Sakura Kafe Sediakan Wanita Penghibur, Satpol PP dan APH Terkesan Tutup Mata

SUARA BUNGO – Meskipun Sakura Kafe terbukti menyediakan wanita – wanita penghibur untuk mendampingi para pengunjung yang berkaraoke, namun sampai saat ini pihak terkait seperti Satpol PP (selaku penegak perda) ataupun Aparat Penegak Hukum (APH) belum juga mengambil sikap.

Belum ada langkah kongkrit yang dilakukan oleh pihak Satpol PP Bungo ataupun APH mendapat sorotan tajam dari Fahlefi, Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) INAKOR Provinsi Jambi. Menurutnya pihak terkait harus mengambil langkah tegas dan jangan terkesan tutup mata, sebab jika tidak ada penindakan akan muncul berbagai anggapan, salah satunya sengaja dibiarkan.

Baca Juga :  Libatkan Personel, Polres Bungo Laksanakan Korve Massal di Eks Arena MTQ Lama Muara Bungo

“Usaha Karaoke biasa saja, namun jika memang sengaja menyediakan wanita penghibur, maka itu tentu sudah menyelahi dan kami minta pihak terkait bisa turun langsung kelokasi,” ujar Fahlefi.

Ketua INAKOR Jambi ini juga meminta pihak terkait untuk mengakaji dan menyelidiki izin usaha Sakura Kafe karena berdasarkan informasi yang beredar, Sakura Kafe tidak hanya menyediakan wanita penghibur namun diduga juga menjual minuman beralkohol (minol).

Baca Juga :  Bos PETI Ramai-Ramai Turunkan Alat Berat ke Batang Uleh

Ketua INAKOR juga menambahkan, jika persoalan yang berkaitan dengan Sakura Kafe dibiarkan berlarut tanpa ada penindakan dari Satpol PP selaku penegak perda, dirinya khawatir kedepannya akan banyak lagi tempat hiburan yang leluasa menawarkan wanita-wanita penghibur.

“Kami minta pihak perizinan bisa cek izin Sakura Kafe apakah sudah benar atau tidak. Kami tidak ingin Kabupaten Bungo dipandang buruk karena tempat hiburan dengan terang – terangan menyediakan wanita penghibur,” paparnya pula.

Baca Juga :  Wasit Dianggap Tidak Adil, Tim Tunas Inti Sungai Penuh Tolak Hasil Pertandingan AQUA DNC 2020

Untuk diketahui, pemilik Sakura Kafe, Lia yang sedang duduk bersama wanita – wanita penghibur ketika diwawancara wartawan menyebutkan bahwa pihaknya menyiapkan paket khusus yaitu bisa ngeroom asyik dengan ditemani wanita penghibur serta satu pasang minuman alkohol dengan harga Rp350.000 per jam.

“Cukup bayar Rp350 ribu per jam, pengunjung bisa memilih satu orang wanita penghibur dan sepasang minuman alkohol,” ucap Lia. (tim)