Kampus IAK Setih Setio Raih Hibah PKM PMM Melalui Optimalisasi Produk Unggulan Desa Berbasis Digital di Desa Suka Jaya

Oleh: Dr. Nanik Istianingsih, S.E., M.E., C.LMA., C.PR., C.DM, Dr. Ariyanto M, S.E., M.Si, Dr. Susriyanti., S.E., M.M., C.LMA

BUNGO — Pemberdayan Kemitraan Masyarakat dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat oleh Mahasiswa (PKM PMM) bertujuan memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan pengabdian yang berfokus pada solusi permasalahan lokal. Ruang lingkupnya meliputi bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan, dengan mahasiswa berperan sebagai inisiator, fasilitator, dan pelaksana yang bekerja bersama masyarakat untuk memperkuat potensi dan kemandirian mereka. Kegiatan PMM meliputi pendampingan, penguatan kemampuan, serta penyediaan solusi inovatif yang dikembangkan dari hasil penelitian tim dsen dan mahasiswa.

Pada tahun 2025 ini Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo (IAKSS) berhasil menorehkan prestasi mendapatkan hibah PKM PMM dari DPPM Diktisaintek dengan tema, “Optimalisasi Produk Unggulan Desa Berbasis Digital di Desa Suka Jaya”. Kegiatan ini dilakukan oleh Tim dosen yang terdiri dari Dr. Nanik Istianingsih, S.E., M.E., C.LMA., C.PR., C.DM dan Dr. Ariyanto M, S.E., M.Si serta berkolaborasi bersama Dr. Susriyanti, S.E., M.M yang berasal dari Universitas Putra Indonesia YPTK Padang.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Sejumlah Kantor dan Masjid di Kecamatan Muko-Muko Bathin VII Disemprot Desinfektan

Kegiatan ini telah melibatkan mahasiswa sebanyak 31(tiga puluh satu) orang yang berasal dari 3 (tiga) program studi yaitu S1 Bisnis Digital, S1 Ilmu Administrasi Negara dan S1 Ilmu Administrasi Bisnis.

Dalam upaya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, yang memungkinkan masyarakat mampu membangun diri dan lingkungannya berdasarkan potensi, kebutuhan aspirasi dan kewenangan yang ada pada masyarakat sendiri maka sangat diperlukan bentuk-bentuk kegiatan pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pilar dalam penguatan otonomi daerah secara spesifik, dan hal itu haruslah dimulai dari lingkungan terkecil dari komunitas masyarakat yaitu desa. Hal ini haruslah difasilitasi oleh pemerintah dan seluruh stakeholders pemberdayaan masyarakat, termasuk perguruan tinggi.

Desa Suka Jaya memeiliki beberapa potensi yang yang dapat ditingkatkan sebagai potensi unggulan desa sesuai dengan hasil riset yang pernah dilakukan oleh Ketua Tim dalam pendanaan LPDP. Salah satu Klaster UMKM telah terbentuk di tahun 2022 berada di desa ini yaiu Klaster Kerupuk Bawang. Permintaan akan kerupuk ini cenderung meningkat, namun banyak konsumen merasa kecewa karena tampilan produk yang seadanya. Disisi lain pelaku usaha juga membatasi produksi karena kuantitas yang mampu dihasilkan sangat terbatas sekitar 25 kg sekali produksi dalam waktu lebih kurang selama 3 hari, dikarenakan alat pengirisan kerupuk masih menggunakan pisau dapur biasa.

Baca Juga :  Rio Dusun Bedaro Putuskan Muhammad As'ari Menjadi Sekdus

Potensi kedua yang dimiliki oleh Desa Suka Jaya adalah adanya kelompok penjahit yang sebenarnya usaha menjahit ini bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan bagi keluarga, namun perkembangan dunia digital dengan maraknya penjual pakaian jadi secara online membuat usaha ini sedikit mengalami penurunan. Meskipun demikian, para penjahit ini telah memiliki langganan tetap, karena tidak semua orang cocok dengan ukuran pakaian standard yang dijual sebagai pakaian jadi. Namun jumlah pelanggan hanya terbatas pada kalangan keluarga dan masyarakat sekitar Desa Suka Jaya saja.

Adanya beberapa hal yang menjadi permasalahan prioritas mitra, telah memotivasi Tim untuk menemukan solusi. Melalui program KKN-PMM tim pelaksana telah melakukan transfer ilmu dan teknologi kepada masyarakat pengguna melalui keterlibatan mahasiswa secara langsung. Tujuan umum dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemandirian masyarakat secara ekonomi maupun sosial, membantu menciptakan ketrampilan yang dibutuhkan (softskill dan hardskill) sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan.

Baca Juga :  Sekda Sudirman: Program Dumisake Bantu Pekerja Tingkatkan Kesejahteraan Hidup

Teknologi dan Inovasi yang di implementasikan pada mitra pengrajin kerupuk adalah memberikan bantuan berupa peralatan teknologi tepat guna yaitu alat pengiris kerupuk agar dapat mempercepat produksi kerupuk.

Mesin Pengiris Kerupuk
Mesin Pengiris Kerupuk

Selain itu, Tim PKM juga memberikan bantuan berupa Merk dan kemasan kerupuk agar lebih tahan lama dan estetik.

Kemasan dan Merk Kerupuk
Kemasan dan Merk Kerupuk

Sementara itu, Teknologi dan Inovasi yang di implementasikan pada mitra penjahit adalah memberikan bantuan tempat display produk dan boneka mannequin untuk mitra, bantuan mesin neci dan dinamo mesin jahit.

Display produk, mannequin dan mesin neci
Display produk, mannequin dan mesin neci

Tim juga sedang membuat web Toko online bagi kedua mitra, sehingga dengan web ini mitra dapat memperluas jangkauan penjualan.

Tim juga mengucapkan terima kasih kepada DPPM Diktisaintek yang telah memberikan pendanaan sehingga kegiatan ini bisa berlangsung dan embawa manfaat bagi mitra khususnya dan masyarakat pada umumnya.