Belasan Unit Alat Berat Diduga Milik Atek Terkesan Bebas Beraktifitas Untuk PETI di Wilayah Batang Bungo

SUARA BUNGO – Razia yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) beberapa hari lalu ternyata tidak membuat gentar para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), khususnya diwilayah Batang Bungo.

Salah satu pengusaha asal Pekan Baru yang tenar dipanggil Atek diduga menurunkan belasan unit alat berat diwilayah Batang Bungo yang terdiri dari alat berat dengan merek Hitachi dan XCMG. Belasan alat berat tersebut digunakan untuk PETI dan bekerjasama dengan para perental baik yang tinggal di dusun Sungai Telang, Dusun Timbolasi serta Dusun Lubuk Kayu Aro dan Rantau Pandan.

Salah satu warga Dusun Timbolasi yang tinggal di Kampung Sangi Lubuk Pauh dengan inisial MN kepada wartawan mengakui bahwa 2 unit alat berat merek Hitachi yang direntalnya adalah milik Atek.

“Ini alat Atek bang, Sayo cuma merental Bae,” tutur Man Sangi beberapa waktu lalu.

Salah satu pekerja PETI yang ada di Rantau Duku juga dengan lantang menyebutkan bahwa alat yang dirental oleh bosnya dengan merek Hitachi juga milik Atek.

Baca Juga :  Oknum Bos Pembakaran Emas Ilegal di Rantau Pandan Dilapor ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan

“Bos sayo merental alat Hitachi ini dengan atek bang. Alat ini sudah cukup lama digunakan untuk PETI diwilayah Dusun Rantau Duku,” papar salah satu pekerja PETI di Dusun Rantau Duku.

Disisi lain, salah satu perental alat berat milik Atek ketika dikonfirmasi wartawan menyebutkan, bahwa harga rental dengan Atek bervariasi tergantung kondisi alat. Untuk alat baru, menurutnya untuk bulan pertama sekitar Rp170 juta per bulan, dan biaya itu sudah termasuk ongkos trado.

“Kalau alat baru biaya rentalnya kisaran Rp170 juta untuk bulan pertama, dan bulan selanjutnya hanya Ro150 juta per bulan,” ujar salah satu perental alat Atek.

Sementara itu, salah satu narasumber juga menyebutkan bahwa sejauh ini alat berat milik Atek semakin banyak walaupun razia dilakukan terus oleh Aparat Penegak Hukum. Dia juga menyebutkan, bahwa dalam beberapa waktu belakangan ini, beberapa unit alat Hitachi baru dan XCMG baru mendarat di Dusun Sungai Telang, Kecamatan Bathin III Ulu dan dengan santai melakukan penambangan ilegal.

Baca Juga :  Forum Ponpes Tebo Titipkan Pembangunan Jambi ke CE-Ratu

“Sudah banyak alat Atek di Sungai Telang ini ndo. Yang baru buka kertas juga baru datang merek Hitachi dan XCMG,” terang narasumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

Tidak hanya Hitachi, menurutnya alat berat merek XCMG yang ada di sekitar dusun Sungai Telang juga diduga ada keterkaitan dengan Atek. Hanya saja dirinya mengaku cukup heran kenapa setiap ada razia, alat berat yang ada kaitannya dengan Atek selalu lepas dari razia.

“Setiap ada razia, Alat berat milik Atek selalu aman dan tidak pernah tertangkap. Mungkin ada oknum – oknum kuat yang diduga membekingi alat berat milik Atek itu,” terangnya.

“Ada beberapa unit merek XCMG ada yang bekerjasama dan ada yang sistim rental dengan Atek. Kalau tidak salah lebih dari 4 unit yang khusus merek XCMG. Dengan Buyung Sop warga Marigeh kalau dak salah 2 unit alat Atek, mereknyo Hitachi, Ari warga Sungai Telang dan XCMG,” terangnya pula.

Baca Juga :  Studi Banding Pengelolaan Stadion, Diskepora Sungai Penuh Kunjungi Stadion Agus Salim Padang

Dia juga mengatakan, bahwa pengawas alat Atek selalu turun ke lapangan untuk mengawasi dengan menggunakan mobil Triton Warna Putih dan Silver dengan menggunakan plat BM.

Bebasnya pengusaha asal Pekan Baru menurunkan alat berat kepada para pelaku PETI diwilayah Batang Bungo membuat dirinya meminta agar Aparat Penegak Hukum untuk turun dan menangkap alat berat dan para perental maupun pemilik alatnya.

“Pak Kapolsek Rantau Pandan dan pak Kapolres Bungo tolong di tangkap alat berat milik Atek yang bebas bermain PETI di wilayah Batang Bungo, khususnya wilayah hukum Polsek Rantau Pandan. Selama ini nampaknya pihak Polsek Rantau Pandan terkesan tutup mata dengan keberadaan alat berat yang diduga milik Atek yang dirental dan digunakan untuk PETI diwilayah Rantau Pandan, Sungai Telang dan Aur Cino,” tutupnya. (tim)