Fasilitas RSUD MHA Thalib Untuk Tangani Covid-19 Kurang Memadai, Ini Kata Ketua DPRD Sungai Penuh

SUARA SUNGAI PENUH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungai Penuh H. Fajran menyoroti kurangnya fasilitas di ruang Isolasi pasien terpapar Virus Corona (Covid-19), di di RSUD MHA Thalib Kerinci.

Padahal RSUD MHA Thalib Kerinci ditunjuk pemerintah Provinsi Jambi dalam hal ini Gubernur sebagai tempat rujukan untuk tangani pasien Covid-19, bagi warga Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci ini.

Baca Juga :  RAPBD 2021 Belum Dibahas, Ketua DPRD Tepis Kabar Angin Alokasi Anggaran Mengarah ke Salah Satu Kecamatan

Ketua DPRD H. Fajran mengungkapkan bahwa di dalam ruang Isolasi tersebut kebutuhan air bersih sering macet, tidak terdapat area berjemur. Karena menurut dia, salah satu anjuran dokter dalam antisipasi Virus Corona adalah dengan berjemur antara pukul 10 sampai 12 siang.

Baca Juga :  Ketahuan Mau Jual Kulit Harimau, Tiga Warga Limbur Ini Diciduk Polisi

“Kalau fasilitasnya tidak ada, bagaimana pasien tersebut mau berjemur,” tegas Fajran.

Dia juga sangat menyayangkan, fasilitas kamar mandi yang digunakan untuk berdua. “Seharusnya satu kamar mandi hanya untuk satu orang pasien, hal ini untuk mengantisipasi penularan,” bebernya.

Disamping RSUD MHA Thalib Kerinci, untuk rujukan pasien Covid-19, H. Fajran juga mengaharapkan adanya ruang khusus isolasi bagi warga Kota Sungai Penuh yang terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Ganti Nama Jadi IJPB, Rea : Jika Kami Salah Kami Minta Maaf

“Pemerintah kota Sungai Penuh sudah seharusnya segera memiliki Ruang Isolasi khusus, meskipun harus dibawah pengawasan dan Naungan Rumah Sakit MHA Thalib Kerinci,” harapnya. (Adv/ndy)