Disnakkan Sungai Penuh Pantau Kesehatan Hewan Kurban Hingga Penyembelihan

SUARA SUNGAI PENUH – Kebutuhan hewan kurban, khususnya sapi di Kota Sungai Penuh tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan dari jumlah kebutuhan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, Edi Juarsa menyebutkan kebutuhan hewan kurban tahun lalu untuk sapi tercatat sekitar 500 ekor dan untuk tahun ini dari hasil pendataan jumlah sementara kebutuhan hewan kurban sekitar 365 ekor.

“Dari hasil pendataan yang kita lakukan kemasjid dan mushalla dalam kota Sungai Penuh, untuk sementara kebutuhan Hewan Kurban Sapi 350 ekor dan untuk kambing 15 ekor,” ungkap Edi Juarsa.

Baca Juga :  Dua Malam Berturut-turut, Warga Batang Asai Menjadi Korban Begal

Dari jumlah tersebut dijelaskan Edi Juarsa, tersebar di Masjid dan Mushalla di 8 Kecamatan dan jumlah ini masih bersifat sementara. Karena jumlah tersebut akan terus bertambah dari setiap masjid maupun mushalla serta hewan kurban secara pribadi.

“Untuk sementara jumlah hewan Kurban di Kecamatan Pondok Tinggi 62 Ekor, Kecamatan Tanah Kampung 23 Ekor, Kecamatan Sungai Penuh 60 Ekor, Kumun Debai 21 Ekor, Sungai Bungkal 66 ekor, Koto Baru 18 ekor, Pesisir Bukit 51 ekor dan Kecamatan Hamparan Rawang 62 ekor,” papar Kadis Nakkan.

Baca Juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Fajran Ajak Masyarakat Amalkan Nilai-nilai Pancasila

Sementara untuk pasokan hewan Kurban di kota Sungai Penuh, 70% Di datangkan dari luar daerah, seperti dari daerah tetangga pesisir selatan, Solok Selatan serta Medan dan 30% diperoleh dari Peternak dalam Kota Sungai Penuh.

“Hewan kurban yang ada di Kota Sungai Penuh juga di sebarkan ke wilayah kabupaten Kerinci. Kalau untuk harga Sapi sekitar Rp17.500.000 Per ekor dan untuk harga kambing kisaran 2.500.000 hingga 3.000.000 per ekor,” kata Edi Juarsa.

Baca Juga :  DPRD Sungai Penuh Terima Aspirasi Masyarakat Sungai Ning Terkait Penolakan TPS di RPT

Lebih lanjut Kadis Edi Juarsa mengatakan, seluruh hewan kurban yang didatangkan oleh pedagang ke Kota Sungai Penuh pihaknya melalui Keswan langsung melakukan pemeriksaan, karena hewan tesebut dikhawatirkan membawa virus dari luar ke Kota Sungai Penuh.

“Kami juga melakukan pengawasan pada saat hewan kurban masuk ke kota Sungai Penuh, sebelum dipotong dan setelah dilakukan pemotongan, Kami juga mekakukan pengecekan dari organ hewan tersebut demi kelayakan dari daging hewan kurban untuk di konsumsi masyarakat,” tutup Edi Juarsa. (ndy)