Akhirnya 4 Unit Ekscavator di Batu Kerbau Dikeluarkan Dengan Kondusif

SUARA BUNGO – Alat berat jenis ekscavator yang digunakan untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo akhirnya dikeluarkan oleh pemiliknya, Rabu (3/2/2021).

Proses pengeluaran alat berat ini disaksikan langsung oleh pihak Polres Bungo, Kodim 0416/ Bute, Pemerintah Daerah, lembaga adat dusun Baru dan Dusun Batu Kerbau, serta tokoh masyarakat dari dusun Baru Pelepat dan dusun Batu Kerbau.

Kapolres Bungo, AKBP Mokhamad Lutfi menyebutkan bahwa ada sebanyak 4 unit alat berat yang dikeluarkan. Dimana sebelumnya terdapat sekitar 11 alat yang beroperasi, tujuh diantaranya sudah keluar lebih dulu.

Baca Juga :  Kendaraan Dinas Pemda Sarolangun Juga Terjaring Razia Operasi Zebra 2018

“Sebelumnya kita sudah mengeluarkan himbauan agar para pemain mengeluarkan alatnya hingga pada 31 Januari. Alhamdulillah sebanyak 7 alat ekscavator sudah keluar lebih dulu. Dan pada hari ini 4 alat berat kita keluarkan dari lokasi PETI di Batu Kerbau,” sebut Lutfi.

Dikatakan Lutfi, agar tidak terjadi konflik, maka upaya untuk mengeluarkan eskavator tersebut dilakukan secara prehentif, dengan kesadaran masyarakat untuk keluar sendiri tanpa ada tindakan hukum.

“Di wilayah Dusun Batu Kerbau dan sekitarnya saat ini saya nyatakan steril dari alat berat yang melaksanakan aktivitas PETI. Kami juga berterimakasih atas kesadaran para pemilik alat berat ini,” sebutnya.

Baca Juga :  Kemenag Sungai Penuh Keluarkan Surat Edaran Besaran Zakat Fitrah

Lutfi juga menghimbau agar masyarakat atau siapa pun untuk tidak mencoba masuk ke area penambangan tersebut. Jika kembali masuk, maka akan dilakukan tindakan tegas.

Senada dengan Kapolres, Komandan Kodim 0416/ Bute, Letkol Inf Widi Rahman yang ikut dalam penertipan tersebut juga memastikan lokasi tersebut sudah steril dari alat berat PETI.

“Lantaran kondisi cuaca hujan dan tidak mendukung, lokasinya juga jauh, medannya sangat ekstream makanya hari ini kami baru bisa masuk ke lokasi. Beberapa hari lalu sudah di cek ke dalam oleh anggota Polres dan Kodim bahwa sudah steril dari alat berat yang melakukan aktivitas PETI,” ujarnya.

Sementara itu, Mirul dari Lembaga Adat Dusun Batu Kerbau dan Dusun Baru Pelepat mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian, TNI dan Pemerintah Daerah yang sudah menyelesaikan persoalan PETI di Batu Kerbau.

“Kami juga berharap kedepan ada solusi dari Pemerintah Daerah. Karena, selama ini cukup banyak masyarakat yang bergantung hidup dengan aktifitas PETI. Jadi akan ada masyarakat kami yang akan kehilangan mata pencarian,” pungkasnya. (Oni)