Ternyata Ini Penyebab Siswa SMPN 2 Pelepat Berkelahi Hingga Kritis

SUARA BUNGO – Sebuah video perkelahian pelajar yang berdurasi 1 menit 9 detik menggemparkan jagat maya di Kabupaten Bungo. Dua orang pelajar itu terlibat aksi baku hantam.

Dalam video yang beredar tersebut, dua orang siswa SMP terlibat perkelahian. Perkelahian itu dilakukan didalam kebun sawit di Pelepat.

Sayangnya, perkelahian tersebut hanya disaksikan oleh teman-temannya saja. Mirisnya lagi, teman-temannya itu tidak melakukan peleraian. Malah mereka terlihat selalu menyemangati supaya perkelahian tersebut terus berlangsung hingga keok.

Baca Juga :  HUT ke 74 Republik Indonesia, Dinas PUPR Provinsi Jambi Bertekad Tingkatkan Kinerja

Ternyata aksi berantam tersebut berawal dari hal yang sangat sepele. Dimana hanya karena A tidak mau membayar hutang sebesar Rp20 ribu kepada teman D.

Sebenarnya temannya D itu sudah mengikhlaskan hutang tersebut, namun D tidak terima hal itu, dan D malah membantu untuk menagihnya.

D malah menagihnya dengan cara yang kurang etis. Dia malah menuliskan dimeja belajarnya A dengan kata-kata kasar. Selain itu D juga mengejek orangtuanya A.

Tak terima dengan tingkah laku itu, mereka malah telah sepakat untuk melakukan perkelahian.

Baca Juga :  Mubes Forwami ke-2, Tongkat Estafet Kembali Ketangan Sukatri

“Kejadiannya didekat sawah di belakang sekolah,” kata siswa SMPN 2 Pelepat yang dijumpai awak media disekolahnya, Kamis (21/10/2021).

Katanya, kejadian tersebut terjadi beberapa minggu yang lalu. Siswa yang bernama A dikabarkan menderita luka berat dan dilarikan kerumah sakit di Sumatera Barat.

“Hidungnya patah. Kepalanya bocor, makanya dibawa ke rumah sakit di Padang,” katanya lagi.

Lanjutnya, usai kejadian disekolah tersebut menjadi heboh, bahkan orangtua A dan D dikabarkan sudah dipanggil oleh pihak sekolah.

Baca Juga :  Vidio Tiga Siswi SMP Merangin Berkalahi Saling Jambak Rambut Tersebar Luas

“Penyelesaiannya kemarin kami tidak tau seperti apa bang. Coba tanya saja ke guru atau kepala sekolah aja bang,” pungkasnya.

Hingga saat ini, kepala sekolah SMPN 2 Pelepat, Heri belum bisa dikonfirmasi. Ketika awak media mengunjungi sekolah, tidak ada yang bisa memberikan komentar.

Rumah kepala sekolah itu juga terlihat kosong. Nomor telepon yang biasanya digunakan bernada tidak aktif. (*)