SUARA BUNGO – Kasus penganiayaan terhadap Hendri (38) warga Dusun Pulau Batu, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo yang sudah hampir dua tahun lebih bergulir, sampai saat ini belum juga selesai dan anehnya pelaku penganiayaan belum juga bisa dieksekusi atau ditangkap oleh polsek Jujuhan.
Meskipun Mapolsek Jujuhan sudah terus berupaya dan dalam pengejaran satu orang terduga pelaku, meskipun pelaku penganiayaan lebih dari satu orang, namun menurut informasi dari pihak keluarga korban tidak ada tindakan yang diambil atau dilakukan oleh jajaran Polsek Jujuhan Ilir.
Kepada wartawan, keluarga korban penganiayaan mengaku heran dan binggung dengan laporan Hendri yang sampai saat ini sepertinya tidak direspon dengan baik oleh Aparat Penegak Hukum di Jujuhan, bahkan Kapolsek Jujuhan sudah dua kali berganti.
“Sudah dua kali ganti Kapolsek, tersangka penganiayaan terhadap saudara kami Hendri belum juga ditangkap,” terang keluarga Korban.
Tidak adanya pergerakan dan kemajuan dari kasus penganiayaan terhadap Hendri membuat keluarga korban meminta kepada Kapolres Bungo dan Kapolda Jambi untuk dapat membantu atau memberikan keadilan atas penganiayaan yang telah dialami oleh ponaan kami, Hendri.
Lebih jauh, meskipun keluarga korban mengaku kecewa dengan penyelidikan pihak Polsek Jujuhan yang tidak menetapkan datuk Rio Pulau Batu sebagai tersangka penganiayaan Hendri, namun keluarga korban meminta agar pelaku lainnya bernama Rifki bisa segera ditangkap.
“Kasus ini cukup aneh, padahal pelaku utama yang mencekik dan menampar Hendri adalah datuk Rio Pulau Batu, namun hasil pengembangannya ipar datuk Rio (Rifki, red) yang saat ini dalam pengejaran polisi. Sampai sekarang pelaku utama tidak jadi tersangka dan pelaku lain yang malah dalam pengejaran, namun sampai sekarang belum juga tertangkap,” papar keluarga korban.
Untuk diketahui, kasus penganiayaan terhadap Hendri yang telah dianiaya oleh datuk Rio Dusun Pulau Batu dan ipar datuk Rio Pulau Batu ini dilaporkan ke Polsek Jujuhan pada tanggal 2 Mei 2024 silam. Kasus penganiayaan ini berawal katika Hendri dan temannya pergi ke pasar hari Rabu tanggal 1 Mei 2024 sekitar pukul 17.00 Wib. Dalam perjalanan mereka melihat jalan rusak akibat dilewati alat berat dan difoto oleh temannya. Tidak lama kemudian, dia dan temannya dipanggil dan diminta berhenti oleh Datuk Rio Pulau Batu dan langsung mempertanyakan mengapa mereka mengambil foto jalan rusak.
Sekitar pukul 22.30 Wib Hendri mendapat telpon dan diminta dirinya untuk ke Puskesmas dan dalam perjalanan ada orang yang menghampirinya dan meminta dia untuk ke rumah Datuk Rio dan ketika dia tiba dirumah Datuk Rio dirinya dimarah oleh Rio Pulau Batu dan disaat itu juga dirinya dicekik, ditampar dan akhirnya dipisahkan oleh istri Datuk Rio.
Tidak hanya mendapatkan penganiayaan, Hendri saat itu juga mengaku bahwa keluarga Datuk Rio Pulau Batu sampai mengancam akan membunuh dirinya.
Mendapati dirinya dianiaya, Hendri langsung keluar dari rumah tersebut, namun dia masih dikejar dan kembali mendapatkan pukulan bertubi-tubi diwajahnya.
Sebelumnya, Kapolsek Jujuhan, AKP Ardi, SH, ketika dikonfirmasi wartawan mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiaan yang sudah dialami oleh Hendri.
Ketika ditanya apakah pelaku penganiayaan yang dilaporkan oleh Hendri sudah dipanggil dan dimintai keterangan, Kapolsek mengaku beberapa saksi sudah dipanggil dan yang belum dipanggil hanya Rifki karena sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.
“Beberapa saksi sudah kita panggil dan dimintai keterangan. Sampai saat ini satu orang terduga sebagai pelaku yakni Rifki masih kita cari karena yang bersangkutan melarikan diri,” ujar mantan Kapolsek Jujuhan.
Lantas apakah Datuk Rio Pulau Batu ikut terlibat sesuai dengan laporan yang diadukan tanggal 2 Mei 2024 silam, mantan Kapolsek menjawab untuk saat ini belum mengarah namun itu bisa saja berubah jika nantinya ada indikasi keterlibatan dari keterangan terduga tersangka penganiyaan jika sudah ditemukan.
“Rifki lagi dicari. Jika dia (Rifki, red) sudah ditangkap, kemungkinan akan ada petunjuk baru, bisa saja ada keterlibatan datuk Rio atau yang lainnya,” pungkasnya. (tim)










