Satu Unit Alat Berat Dibakar Warga di Limbur Lubuk Mengkuang, Diduga 11 Alat Berhasil Kabur

SUARA BUNGO – Nampaknya kekesalan masyarakat Bathin II Pelayang mulai memuncak terhadap pelaku Ilegal yang tidak mau berhenti mencari emas ilegal dengan menggunakan alat berat di hulu sungai Batang Tebo, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.

Meskipun sudah berkali-kali diperingatkan baik dari pemerintah kabupaten Bungo ataupun Aparat Penegak Hukum (APH), namun pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tidak pernah berhenti dan akhirnya masyarakat Kecamatan Bathin II Pelayang dan masyarakat Limbur Lubuk Mengkuang turun kelokasi dan membakar satu unit alat berat yang beroperasi didaerah Batu Gajah, Dusun Sungai Ipuh, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, Sabtu (15/11/2025).

Baca Juga :  Diduga Dilecehkan, Perempuan Ini Lapor Polisi, PH Akan Surati BTN Wilayah Jambi dan Menteri BUMN

Berdasarkan pengakuan sumber terpercaya yang tidak mau namanya disebut mengatakan, bahwa di daerah Batu Gajah, Dusun Sungai Ipuh, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, ada sekitar 12 unit eksavator yang beroperasi untuk Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

“Lokasinyo di daerah Batu Gajah, dusun Sungai Ipuh. Disano itu ada sekitar 12 unit alat berat yang digunakan untuk PETI. Namun cuma satu unit alat berat yang berhasil dibakar oleh masyarakat,” terang narasumber yang tidak mau namanya disebutkan.

Ketika ditanya siapa saja yang bermain PETI dikawasan Batu Gajah atau di dusun Sungai Ipuh, narasumber menjawab bahwa pemain PETI disana banyak, diantaranya
AM 2 unit, YN 2 unit, RS, dan masih ado punyo warga lainnya.

Baca Juga :  Ngaku Sebagai Penculik Kenzi dan Ancam Keluarga Korban, Pria Ini Ditangkap Polisi

“Banyak yang main disana, ada warga sipil dan ada juga oknum aparat penegak hukum,” ujarnya kembali.

Ketika ditanya bagaimana kronologis kejadian terbakarnya satu unit alat berat tersebut dan sekitar pukul berapa kejadian terjadi, dirinya mengatakan, bahwa warga Bathin II Pelayang dan masyarakat Limbur menyisir hulu Sungai Batang Tebo, namun cuma berhasil menemukan satu unit alat berat.

“Kejadian sekitar siang tadi bang. Cuma satu unit yang berhasil ditemukan, sementara yang lain sekitar 11 unit berhasil kabur,” terangnya pula.

Baca Juga :  Tim Agus-Nazar Kian Masif Bergerak Ditengah Masyarakat

Terpisah, salah satu Rio di Kecamatan Bathin II Pelayang ketika dikonfirmasi wartawan terkait adanya insiden pembakaran satu unit alat berat yang diduga bermain PETI, Rio Afrizal, S. Sos mengatakan, bahwa hal tersebut dikarenakan warga Kecamatan Bathin II Pelayang sudah merasa kesal dan sangat dirugikan oleh pelaku-pelaku PETI karena air selalu keruh.

“Air sungai batang Tebo selalu keruh dan kotor gara-gara PETI di hulu batang tebo. Kami minta kepada pelaku PETI stop dan berhenti melakukan aktifitas ilegal yang sangat merusak alam dan lingkungan,” pungkasnya. (Tim)