Ponpes Tafiz Qur’an Hangus Terbakar, Petugas Damkar Di Tolak Warga

SUARA BUNGO – Pondok Pesantren (Ponpes) Tafiz Qur’an yang berada di Desa Rantau Duku, Kecamatan Rantau Pandan, Minggu sore (29/12/2019) hangus dilalap d jago merah. Kebakaran hebat yang menghanguskan Ponpes ini terjadi sekitar pukul 17.15 Wib.

Saprizal bersama Baihaki warga Desa Rantau Duku kepada suarabutesarko.com mengatakan, kebakaran terjadi diduga akibat konsleting arus pendek listrik. Api begitu cepat membakar bangunan, namun sayangnya pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Rantau Pandan sangat sulit untuk dihubungi.

“Kebakaran diduga konsleting listrik, api dengan cepat membakar bangunan yang terbuat dari kayu (papan) ada 8 asrama santri yang terbakar. Namun sayangnya, Pemadam Kebakaran sangat sulit dihubungi, saat ditelpon tidak ada jawaban atau jangan-jangan Pos Damkar tersebut tidak dijaga,” tutur Saprizal.

Baca Juga :  Sinsen Donasikan 3 Unit Sepeda Motor untuk SMK Binaan Honda

Tidak hanya itu saja, mereka juga mengatakan, Petugas Damkar Pos Rantau Pandan ini sangat lamban, setelah bisa dihubungi namun petugas baru datang kurang lebih setengah jam kemudian. Padahal jarak dari Pos Damkar ke lokasi Ponpes tersebut cuma sekitar lima kilometer.

Baca Juga :  Ribuan Pecinta Modifikasi Tanah Air Ramaikan CBR250RR Virtual Modif Challenge

Selanjutnya, Saprizal juga mengatakan, mobil petugas baru datang saat kondisi bangunan sudah hangus dilahap sijago merah, sehingga kedatangan petugas Damkar ini di tolak oleh warga sekitar.

“Petugas Damkar sangat lambat, lebih dari setengah jam baru datang. Padahal, jarak dari Pos Damkar ke lokasi kejadian hanya sekitar 5 kilometer. Saat bangunan sudah hangus dan tinggal puing-puing mereka (petugas) baru datang, makanya kedatangan petugas Damkar ini di tolak oleh warga,” kesal Ketua DPC Partai Garuda Kabupaten Bungo ini.

Baca Juga :  Fachrori Minta CPNS Displin Dalam Mengemban Tugas

Rio Desa Rantau Duku, Seh Kholik juga membenarkan apa yang di ceritakan warganya tersebut. Keterlambatan Petugas Damkar sehingga warganya kesal dan menolak kedatangan petugas Pemadam Kebakaran tersebut.

“Iya benar, apa yang dikatakan warga saya itu memang petugas Damkar sangat sulit dihubungi (ditelpon), setelah bisa ditelpon namun datangnya sangat lama. Sehingga warga sudah terlanjur kesal dan menolak kedatangan mobil petugas damkar itu,” terang Seh Kholik. (JNC)