SUARA BUNGO – Polres Bungo terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian 1500 pasang buku nikah di Kemenag Bungo beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, sudah ada beberapa orang yang telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polres Bungo.
Kapolres Bungo, AKBP Guntur Saputro menyebutkan, bahwa perkembangan saat ini, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku pencurian buku nikah tersebut.
Sesuai dengan rekaman CCTV yang ada di Kemenag, kata Guntur, ada satu orang yang mereka curigai sebagai pelakunya.
“Tim sudah dibentuk dan diupayakan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” kata Guntur.
Jika dilihat dari kejadian tersebut, sepertinya pelaku merupakan jaringan antar provinsi, karena didaerah lain juga ada kasus serupa.
Namun demikian, pihak Kepolisian belum menyimpulkan itu, sebab pelaku belum tertangkap. Setelah tertangkap nantinya, barulah diketahui apakah ini jaringan atau tidak. Apa modus dan motif pelaku melakukan pencurian buku nikah itu.
“Mohon doanya agar kasus ini segera terungkap, supaya kita bisa mengetahui motif dan modus operandi pelaku ini,” jelasnya.
Untuk diketahui bersama, ada ribuan buku nikah yang tersimpan di Kantor Kemenag Bungo raib digondol maling beberapa waktu lalu.
Namun, aksi pelaku tersebut terekam oleh cctv yang ada dikantor tersebut. Dari rekaman yang ada, pelaku beraksi seorang diri. Diduga kuat pelaku merupakan orang yang mengetahui situasi dan kondisi di TKP.
Pelaku tidak menghiraukan barag berharga lainnya seperti laptop, komputer dan lain sebagainya. Dia hanya mencuri buku nikah itu saja.
Kuat dugaan jika buku nikah ini nantinya akan dijual kepada lelaki hidung belang untuk memanipulasi data pribadi mereka.
Kabag TU Kemenag Bungo, H Aliyudin menyebutkan, bahwa kejadian serupa sudah terjadi sebanyak tiga kali dikantornya itu.
“Ini yang ketiga kalinya buku nikah dicuri di kantor Kemenag Bungo,” ucap H. Aliyudin, Kamis (4/11/2021).
“Aksi nekat pencuri Ini terlihat sudah lihai, karena dalam rekaman itu pencuri langsung menuju ke rungan Kasi Bimas Islam,” kata Aliyudin.
Kata Dia, untuk kejadian kali ini, setidaknya ada 1.500 pasang buku nikah yang dibawa kabur oleh pencuri. Akibatnya, stok buku nikah di Kabupaten Bungo menipis.
“Kasus ini sudah kami laporkan ke Polisi. Kejadiannya Senin kemarin,” bebernya.
Dia berharap agar Polres Bungo bisa mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya.
“Untuk kerugian diperkirakan mencapai Rp 900 juta. Kami berharap pelaku secepatnya bisa ditangkap,” pungkasnya. (Oni)










