Peran Apoteker Dalam Penanggulangan Bencana Alam

555

SUARA ARTIKEL – Kesiapsiagaan darurat merupakan serangkaian tugas dan kegiatan yang disengaja untuk membangun, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan operasional untuk mencegah, melindungi, menanggapi dan dan pemulihan insiden domestik. Saat bencana terjadi Apoteker harus terlibat dalam perencanaan secara bertahap berdasarkan konsep kesehatan masyarakat.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) definisi bencana : Gangguan serius terhadap berfungsinya suatu komunitas atau mayarakat yang menyebabkan kerugian manusia, material, ekonomi, atau lingkungan yang meluas yang melebihi kemampuan komunitas atau masyarakat yang terkena dampak untuk mengatasi, dengan menggunakan sumber dayanya sendiri.


Menurut Kemenkes Tahun 2011 mengeluarkan pedoman tekhnis penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana dan daftar obat yang harus disediakan sesuai dengan jenis bencana yang terjadi. Obat dan perbekalan kesehatan yang wajib tersedia dilokasi bencana mengikuti trend penyakit yang sering muncul pada keadaan bencana dan ditempat pengungsian seperti diare, ISPA, campak, tifoid, stress, hipertensi, penyakit mata, asma, penyakit kulit, kurang gizi, DBD, dan tetanus.

Peran farmasi kesehatan masyarakat terkait tanggap darurat yaitu :
1. Mencegah penyebaran penyakit
2. Melindungi dari bahaya lingkungan
3. Mencegah cidera
4. Promosikan dan mendorong perilaku sehat
5. Menanggapi bencana dan membantu masyarakat dalam pemulihan
6. Memastikan kualitas dan aksebilitas layanan kesehatan
Pertimbangan selama bencana merupakan keselamatan yaitu tanggung jawab setiap responden. Semua responden harus memahami bahwa tanggung jawab pertama mereka adalah menjaga kesejahteraan mereka sendiri. Anda tidak dapat membantu orang lain jika anda tidak dapat membantu diri anda sendiri.

Masing-masing individu harus mempertimbangkan bahaya dalam pengaturan bencana (penurunan aliran listrik, kontaminasi makanan, sanitasi, ketidakstabilan struktural, dan stress) dan belajar mengidentifikasi kapan mereka atau tim mereka membutuhkan dukungan dan ketangguhan.

Apoteker perlu merencanakan perawatan ditingkat Makro (tingkat administrasi) mempertimbangan perawatan kesehatan berbasis populasi, Mikro (tingkat penyediaan) mempertimbangkan perawatan kesehatan pasien individu.

Seorang apoteker dapat mengedukasi para korban betapa pentingnya pemahaman lebih lanjut tentang obat-obat yang dikonsumsi selama masa bencana terjadi serta efek samping yang mungkin ditimbulkan ketika mengkonsumsinya.

Peran seorang apoteker berubah dengan situasi bencana dan kebutuhan dilokasi. Beberapa bidang yang menjadi perhatian dalam setiap penyebaran, seperti pemesanan dan distribusi obat, prosedur pencatatan obat, dan pengembangan ketentuan untuk perlindungan dan keamanan. Peran seorang apoteker sangat diperlukan dalam situasi seperti ini serta kerjasama yang baik dengan tenaga medis lainnya agar tercapai nya hasil kerja yang maksimal serta dapat mengurangi dampak buruk terhadap pasien ataupun para korban bencana alam. (*)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini