SUARA BUNGO – Tahun 2019 hanya tersisa satu hari lagi, namun, pengerjaan proyek di Kabupaten Bungo masih banyak yang belum selesai dikerjakan oleh rekanan kontraktor. Diprediksi, dalam waktu tersebut tidak akan selesai tepat waktu terhadap proyek-proyek tersebut.
Pengerjaan proyek yang diprediksi tidak akan selesai menjelang akhir tahun salah satunya adalah Jalan Imam Bonjol (depan telkom) sama Pedestrian jalan Sri Sudewi.
Diketahui, Proyek tersebut dikerjakan oleh rekanan PT. Rama Utama Mandiri, masa pengerjaannya 140 hari kalender. Dananya sebesar Rp10.655.640.000,-
Bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Pengerjaan proyek tersebut tepat di depan Telkom dan di depan kantor Kejaksaan Negeri Muara Bungo.
Ketua LSM Gempur, Said Andri Alamsyah (Andri Awek) mempertanyakan proyek yang belum selesai dikerjakan oleh rekanan kontraktor tersebut. Menurutnya, itu semua dikarenakan kelalaian dari pihak kontraktor, dan ia berharap Pemerintah Daerah harus mengambil tindakan tegas terkait proyek yang dikerjakan tidak tepat waktu tersebut.
“Kami minta kepada Pemda Bungo, agar perusahaan yang lalai tersebut diberikan sanksi yang tegas. Salah satunya kontraktor proyek peningkatan jalan yang dikerjakan oleh PT Rama Utama Mandiri di simpang rumah dinas Bupati ini,” ungkap Andri Awek, Senin (30/12/2019).
Andri Awek juga meminta kalau perusahaan yang sering kali bermasalah dan terlambat tersebut seharusnya di blacklist oleh Pemerintah Daerah. Jika bisa, ia meminta sekalian kontraktornya yang dimasukkan dalam buku hitam.
“Mereka jangan hanya bisa mencari alasan saja, jika memang dari awal mereka merasa pengerjaannya tidak terkejar, seharusnya kontraktor itu lebih baik tidak mengikuti proses tender-nya,” sebutnya.
Andri Awek juga meminta agar jangan ada kong-kalikong antara pihak pemerintah daerah dengan pihak kontraktor. Dan ia berharap pencairan proyek tersebut sesuai dengan persentase yang sudah dikerjakannya saja.
“Walaupun masa pengerjaan proyeknya akan diperpanjang, maka perusahaan harus dikenakan denda sesuai aturan yang ada. Jangan-jangan pencairannya sudah 100 persen, namun diprediksi pengerjaan proyek ini baru akan selesai tahun depan,” pungkasnya. (SBS)











