Pasca OTT Ketum PPP, Usman Curiga Di Jambi Juga Ada Jual-Beli Jabatan

725

SUARA JAMBI – Komisi Pemberantas Korupsi Republik Imdonesia (KPK) RI berhasil menjaring Ketua Umum PPP Rhmohurmuziy melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jum’at 15 Maret 2019 di Surabaya, Jawa Timur. Kabar itu sempat menggegerkan lapisan rakyat Indonesia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Usman Ermulan mendesak lembaga anti rasuah membersihkan sampai tuntas kasus dugaan suap jual-beli jabatan yang diduga melibatkan Muhammad Romahurmuziy di ranah Kementerian Agama hingga ke daerah termasuk Jambi.

“Secara umum jual beli jabatan sering terjadi di daerah-daerah bukan hanya di Kemenag, dan menjadi rahasia umum. Memang sulit dibuktikan namun KPK telah membuktikannya dengan menangkap tangan Ketua Umum PPP,” kata Usman, Ahad (17/3/2019).

Dikatakan Usman, terjaringnya Ketua PPP dalam OTT KPK membuktikan mundurnya era bersih dibangun Presiden Joko Widodo. Menurut dia, posisi jabatan seharusnya diisi orang yang benar-benar profesional bekerja, akan tetapi disebabkan adanya lobi-melobi dan berakhir pada uang.

“Meski tidak memiliki kualitas kerja tetapi mendapatkan jabatan. Lantas kapan negara bisa maju, ini mesti dibersihkan,” tutur Mantan anggota DPR RI itu.

Kepiawan KPK, sambung dia, mampu mengembangkan proses membersihkannya hingga ke daerah-daerah termasuk Jambi. “Saya dengar-dengar ada (di Jambi). Kalau KPK bekerja, saya yakin bisa ditangkap. Tunggu saja waktunya,” kata Usman, yang juga Mantan Anggota DPR RI itu.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Romahurmuziy, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi ke sel tahanan.

KPK menetapkan Muhammad Romahurmuziy‎ (Rommy) Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Haris Hasanudddin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait meloloskan Muafaq Wirahadi dan Haris ‎Hasanuddin dalam seleksi terbuka pengisian jabatan tinggi di Kemenag.

Rommy diduga ‎bersama-sama dengan pihak di Kemenag menerima suap untuk memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi yakni untuk kepala Kantor Wilayah Kemenag Kabupaten Geresik dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jatim.

Mereka ditangkap bersama 3 orang lainnya yang kemudian statusnya baru sebagai saksi. Dalam OTT diamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp156.758.000 dari sejumlah pihak yang diduga terkait suap dalam pengisian jabatan di Kemenag. (Zal)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini