SUARA BUNGO – Menjamurnya Alat – alat berat yang diduga milik salah satu pengusaha asal Pekan Baru yakni Atek di wilayah Batang Bungo dan digunakan untuk Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), ternyata bukan tanpa dasar, pasalnya beredar kabar bahwa semua alat berat milik Atek yang ada di Wilayah Batang Bungo memberikan setoran atau uang payung kepada oknum-oknum aparat sebagai uang keamanan.
Merebaknya uang payung atas alat berat milik Atek yang ada di wilayah Batang Bungo mencuat ke permukaan setelah awak media memberitakan bahwa saat ini belasan unit alat berat milik Atek bebas dan aman dari razia yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH).
Kepada wartawan, salah satu narasumber yang meminta namanya tidak disebutkan menyebutkan bahwa uang payung dari alat berat milik Atek yang ada di Wilayah Batang Bungo khususnya di dusun Sungai Telang tidak diserahkan kepada satu pintu saja, namun ada beberapa pintu.
“Alat atek di Batang Bungo Banyak dan yang back up alat tersebut cukup banyak oknum aparat dengan menyetorkan uang payung setiap bulannya,” terang salah satu narasumber.
Lantas ketika ditanya berapa uang payung yang dikeluarkan oleh para perental dari alat berat milik Atek, narasumber menyebutkan bahwa uang payung itu bervariasi dari belasan juta sampai Rp30 juta untuk satu unit alat berat.
“Uang keamanan atau uang payung nominalnya bervariasi mulai dari belasan juta sampai puluhan juta untuk satu unit alat berat milik Atek yang digunakan untuk bermain PETI diwilayah hukum Polsek Rantau Pandan,” papar narasumber lagi.
Ketika ditanya siapakah oknum aparat yang diduga menerima uang payung untuk alat berat milik Atek, dirinya belum berani mengemukakan secara detail, namun dirinya menyebutkan yang lebih paham salah satunya adalah Kevin alias Ipin yang merupakan pengawas alat milik Atek yang ada di Batang Bungo.
“Untuk lebih jelas coba konfirmasi langsung dengan Pengawas alat Atek yang bernama Kevin alias Ipin. Pengawas alat berat Atek selalu keluar – masuk wilayah Batang Bungo setiap harinya,” paparnya pula.
Untuk diketahui, alat berat milik Atek yang digunakan bermain PETI di Wilayah Batang Bungo mencapai belasan unit. Sementara perental alat berat tersebut diantaranya adalah Man Sangi yang tinggal di Sangi Lubuk Pauh dia merental 2 unit alat berat merek Hitachi, Buyung Sop yang tinggal di Marigeh dikabarkan merentalkan alat Atek 2 unit yang terdiri dari Hitachi dan XCMG.
Selain Man Sanggi dan Buyung Sop, nama Ari anak dari oknum Guru PNS di Dusun Sungai Telang juga dikabarkan merentalkan alat berat milik Atek dengan merek Hitachi. Informasi terbaru, alat berat yang dirental Ari itu mau dipindahkan ke Dusun Aur Cino dan juga melakukan penambangan ilegal.
Nama Rizal juga disebutkan salah satu operator Alat berat Hitachi sebagai Perental alat Atek. Nama Kaspur yang merupakan salah satu tokoh di dusun Sungai Telang dikabarkan juga bermain PETI dan merentalkan alat berat Atek dengan merek Sunward berwarna biru.
Merebaknya uang payung sebagai pengaman bagi para pelaku PETI di wilayah hukum Polsek Rantau Pandan membuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bisa berkurang. Maka dari itu narasumber juga meminta agar Bapak Kapolres Bungo dan Kapolda Jambi untuk dapat turun razia dan memberantas para mafia PETI yang ada di Wilayah Batang Bungo terkhusus diwilayah hukum Polsek Rantau Pandan. (tim)









