Oknum Petugas SPBU Rantau Keloyang Diduga Pungut Uang Masuk dan Uang KR Kepada Pelansir

SUARA BUNGO – Usaha dan kerja keras Kapolres Bungo dalam memberantas penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi di Kabupaten Bungo nampaknya tidak membuat beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) jera, pasalnya sampai saat ini masih banyak SPBU yang masih mengutamakan para Pelangsir, salah satunya di SPBU 24-372-30 Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Untuk memuluskan dan mengamankan aktivitas ilegalnya tersebut, pihak oknum di SPBU Rantau Keloyang diduga memungut sejumlah uang kepada pelansir dengan dalih untuk menyiram oknum-oknum APH dan pembekeng lainnya.

Sementara itu, diduga uang pungutan itu diperoleh dari para Pelangsir yang mendapatkan BBM Solar Subsidi di SPBU Rantau Keloyang tersebut.

Baca Juga :  Fachrori Berharap Agar FK-IJK Solid Untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Jambi

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dilapangan, bagi para pelangsir-pelangsir BBM solar subsidi di SPBU Rantau Keloyang itu diwajibkan membayar uang setoran masuk sebesar Rp15 ribu untuk 1 hari melansir BBM jenis solar.

“SPBU Rantau Keloyang amannyo cuma 2 bulan setelah didemo kemarin lah, kalau saat ini kondisi pelangsir sangat bebas, karena para Pelangsir diwajibkan bayar uang masuk Rp15 ribu per mobil dan uang KR (galon) Rp15 ribu per galon. Dan uang-uang yang dipungut dari pelansir itu kata oknum petugas sebagian diberikan kepada oknum-oknum untuk mengamankan dan memuluskan aktifitas ilegal di SPBU Rantau Keloyang,” tutur Narasumber yang meminta namanya tidak disebutkan dalam berita ini, Minggu (6/7/2025).

Baca Juga :  Pendemo Minta SPBU Rantau Keloyang Segera Ditutup, Fahrori: APH dan Pertamina Harus Bertindak

Ketika ditanya siapakah yang mengelola uang KR (galon) dari pelangsir – pelangsir BBM di SPBU Rantau Keloyang? Narasumber mengatakan bahwa yang mengelola adalah oknum petugas SPBU.

“Uang masuk Rp15 ribu per mobil itu kata mereka untuk oknum-oknum pembekeng. Itu untuk 1 hari, dikali sekitar 150 mobil pelangsir. Untuk uang KR (galon) sebesar Rp15 ribu per galon. Duit KR itu yang makan nyo orang pom itu lah, namonyo Lim,” beber sumber yang juga merupakan oknum pelansir di Pom Rantau Keloyang.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Dorong Muslimat NU Ambil Peran di Masyarakat

Tidak hanya sebatas itu saja, kepada wartawan narasumber juga menyebutkan, bahwa kualitas minyak di SPBU Rantau Keloyang saat ini sangat buruk. Para Pelangsir lain juga mengeluh, karena kualitas BBM solar subsidi di SPBU Rantau Keloyang tidak bagus dan warnanya juga tidak sama dengan BBM di SPBU lain.

“Sudah satu minggu ini kualitas minyak di Pom Rantau Keloyang tidak bagus. Minyak Pelepat ko macam teh lah basi dan bauk, macam bau bangkai, banyak pelansir yang ngeluh,” pungkasnya. (Tim)