Ketahuan Mau Jual Kulit Harimau, Tiga Warga Limbur Ini Diciduk Polisi

2204

SUARA BUNGO – Polres Bungo berhasil menangkap tiga orang pelaku penjual kulit harimau. Bukan hanya kulit, Polres Bungo pun berhasil mengamankan tulang belulang harimau. Sayangnya, pelaku utama dalam kasus perdagangan satwa yang dilindungi itu belum berhasil diamankan polisi.

Pelaku utama yang dimaksud yaitu orang yang menangkap harimau tersebut. Sementara tiga pelaku yang diamankan itu yakni hanya bertugas untuk menjual kulit harimau tersebut.

Adapun tiga pelaku yang diamankan polisi yaitu, BJ (33) warga Dusun Renah Sungai Besar, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, ES (45) warga Dusun  Pemunyin, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang dan RS (23) warga Dusun Renah Sungai Besar, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo.

Kapolres Bungo, AKBP Januario Jose Morais saat Konferensi Pers menjelaskan, ketiga pelaku diamankan pada hari, Senin (11/03/2019) yang lalu, di salah satu warung pecel lele, Dusun Embacang Gedang (Simpang Somel), Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo.

Kapolres Bungo AKBP Januario Jose Morais juga menjelaskan bahwa harimau yang ditangkap oleh pelaku itu berusia sekitar 1 tahun.

Lebih lanjut lagi, pelaku utama yang diketahui berinisial L yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Pelaku L yang menangkap harimau menawarkan kepada pelaku BJ untuk menjual kulit harimau tersebut.

“Mendapat tawaran kulit harimau, pelaku BJ mengajak dua pelaku lainnya untuk mencari pembeli. Dan RS mengatakan ada pembeli. Mereka bertiga berkumpul di Simpang Somel dengan niat untuk menjual kulit harimau ini,” jelas Kapolres.

Namun, pada saat hendak menjual kulit harimau, ketiga pelaku tersebut langsung diamankan oleh anggota Buser di Jalan Lintas Sumatera, Simpang Somel.

Ketika ditanya bagaimana cara pelaku menangkap harimau tersebut, Januario Jose Morais mengatakan, ia belum mengetahui dengan pasti cara pelaku tersebut menangkap harimau itu.

“Pelaku yang menangkap harimau ini belum dapat, makanya belum diketahui secara pasti bagaimana cara mereka menangkap dan dimana pelaku ini menangkap harimau nya. Menurut dugaan kami, pelaku menangkap harimau di daerah Limbur, karena pelaku L itu bekerja di PT. SMA yang berada di Limbur Lubuk Mengkuang,” pungkasnya.

Ketiga pelaku tersebut dikenakan pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor RI nomor 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. (Ari)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini