JELANG PEMILU 2024, WASPADA MONEY POLITIC DAN BLACK CAMPAIGN

DEDI EPRIADI, S.Sos., M.Si.,CPC
Dosen FISIPOL Universitas Muara Bungo dan Researcher Public Policy Provinsi Jambi

Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin dekat, para politisi dan simpatisan partai, tengah menyusun beragam strategi untuk mendulang suara dari berbagai kalangan.

Kewaspadaan menjadi hal mutlak bagi masyarakat karena bisa saja para peserta Pemilu dan tim suksesnya menggunakan segala cara untuk meraih suara sebanyak-banyaknya, tak terkecuali dengan praktik politik uang (Money Politic) dan kampanye hitam (Black Campaign).

Masyarakat diharapkan untuk tidak terpengaruh terhadap hal-hal kontraproduktif yang berkaitan dengan Pemilu seperti Politik Uang dan Kampanye Hitam. Apalagi jelang momentum Pemilu 2024 yang diprediksi akan berlangsung panas.

Politik uang dapat mendegradasi suara publik pada momen pesta demokrasi lima tahunan tersebut, sehingga praktik kotor tersebut harus dihindari. Kepada para caleg dan partai politik juga diharapkan untuk tidak menggunakan politik uang demi meraih suara. Selain itu, potensi lain yang perlu diwaspadai masyarakat pada Pemilu 2024 adalah kampanye hitam, khususnya di media sosial.

Kampanye hitam juga menjadi ancaman bagi proses demokrasi kita. Kampanye hitam merupakan strategi yang digunakan untuk mencemarkan reputasi calon atau partai politik lawan dengan menyebarkan informasi palsu, menyebarkan luas gosip negatif, dan memprovokasi emosi negatif.

Kampanye hitam ini memiliki tujuan untuk mempengaruhi persepsi publik dan menggiring opini masyarakat agar mendukung satu pihak dan menentang pihak lain tanpa melihat substansi dan prestasi calon yang dituduh tersebut. Tindakan yang kerap disebut black campaign ini perlu diwaspadai masyarakat karena mayoritas masyarakat saat ini sudah memiliki ponsel pribadi yang terkoneksi dengan internet.

Kita sebagai masyarakat harus pandai-pandai memilih seorang pemimpin, pilihlah sesuai hati nurani dan pikiran sehat kita bukan karena uang, tapi karena kemampuan dan hasil kerja nyata (trackrecord) mereka selama ini.
Menghadapi pemilu 2024 ini, kita sebagai pemilih harus tetap waspada dan kritis. Langkah yang pertama, kita harus mencari informasi yang akurat dan memverifikasi kebenarannya. Kedua, Jangan mudah terpengaruh oleh berita palsu atau propaganda yang disebarluaskan oleh oknum. Ketiga, kita sepakat menolak segala bentuk politik uang (money politic). Keempat, kita harus melihat rekam jejak calon dan partai politik yang bersangkutan. Kita mengharapkan terselenggaranya Pemilu 2024 yang bersih dan bermartabat.

Komentar