Dikabarkan Operator Alat Berat Tambang PT. KBPC Meninggal Dunia Tertimbun Longsor

SUARA BUNGO – Dikabarkan salah satu operator alat berat tambang Batu Bara PT. Karya Bungo Pantai Ceria (KBPC) Group bernama Anto meninggal dunia akibat tertimbun longsor saat bekerja. Tepatnya di titik tambang Pit 29 wilayah Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Jambi, Senin (24/7/2023).

Berdasarkan kronologis dari orang tua kerabat korban, Kahfi mengatakan, bahwa insiden naas tersebut terjadi Senin (23/7/2023) sekira pukul 14.00 wib. Katanya korban posisi sedang bekerja, tiba-tiba tanah tempat berpijak alat berat itu longsor dan menimbun korban beserta alat beratnya.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Terima Penghargaan Jambi Jadi Provinsi ke-6 Lengkapi Tim Tanggap Insiden Siber, Tegaskan Perkuat Ketahanan Digital Daerah

Katanya anaknya yang juga merupakan operator alat berat dilokasi tersebut sempat berupaya menyelamatkan korban. Namun, tanah kembali longsor dan korban tertimpa material tanah yang cukup banyak. Saat itu, para pekerja dilokasi sempat berlarian dan akhirnya rekan kerabat bernama Andi sempat memaksa pekerja lain untuk membantu mengevakuasi korban yang tertimbun longsor itu.

Baca Juga :  Geopark Perkaya Destinasi Wisata Merangin

Korban saat mendapat pertolongan masih kelihatan dari tumpukan material. Tapi setelah di angkat posisinya sudah tidak bernyawa dengan kondisi berlumuran darah, dan sebagian tubuh korban mengalami patah tulang.

Sayangnya, dari penuturan sumber dia tidak mengetahui persis apakah insiden naas ini sudah dilaporkan ke polisi atau tidak. Dia hanya mendapat kabar bahwa korban sudah di kebumikan pada sore harinya.

Baca Juga :  Pihak PT. KBPC Terkesan Bungkam Terkait Tewasnya Operator Tambang, Wasnaker Masih Menunggu Keterangan Dari Perusahaan

“Anak saya dan rekan yang membantu masih trauma. Pasalnya pakaiannya berlumuran darah sehabis evakuasi korban, dan korban itu merupakan kawan akrab bekerja Andi satu lokasi di perusahaan tersebut,” ujar Kahfi.

Sayangnya, saat dikonfirmasi, Kapolsek Rantau Pandan, IPTU Yulianto belum menjawab beberapa kali ditelpon awak media. Padahal nomor hanphone nya dalam keadaan aktif, namun tidak di angkat. (Oni)