SUARA BUNGO – Bertempat di Wisma Alisudin, Bupati Bungo, H. Mashuri menghadiri pengukuhan kurang lebih 50 orang penceramah yang tergabung dalam Majelis Penceramah Indonesia (MPI) Kabupaten Bungo yang dikukuhkan oleh Ustadz Ramli Abdullah, ketua MPI Provinsi Jambi, Rabu (7/8/2019).
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kakanmenag Bungo, unsyur Forkopimda, kepala OPD dan para tamu undangan lainnya.
Ketua MPI Provinsi Jambi, Ustadz Ramli Abdullah saat sambutan mengatakan, bahwa MPI hadir untuk menyatukan potensi yang dimiliki oleh para penceramah dalam upaya memberikan penerangan kepada ummat adalah bahasa agama.
“Alhamdulillah, pengurus MPI Kabupaten Bungo hari ini resmi dikukuhkan, insya allah kepengurusan MPI akan dibentuk setiap disetiap Kabupaten/Kota. Semoga kedepan organisasi MPI ini kedepan bisa melakukan muzakarah bila ada penceramah dalam ceramahnya yang menimbulkan keresahan ummat ditengah masyarakat,” jelas Ustadz Ramli Abdullah.
Lebih lanjut lagi, Ustadz Ramli menerangkan bahwa wadah MPI juga akan mengupayakan dan membentuk kajian-kajian agama dalam upaya meningkatkan kualitas pengetahuan para penceramah, sehingga mampu menjawab perkembangan yang timbul ditengah-tengah masyarakat.
“Saya berharap para penceramah bisa memberikan tausiah dengan cara santun dan tetap menjunjung tinggi amal ma’ruf nahi munkar. Inilah tugas MPI dalam memberikan pencerahan kepada ummat ditengah masyarakat,” tegasnya.
Selanjutnya, Bupati Bungo H. Mashuri saat dikonfirmasi awak media mengatakan, ia berharap dengan kehadiran MPI ini bisa bersinergi dengan Pemerintah dan bisa membantu dalam pembangunan di Kabupaten Bungo.
“Mudah-mudahan para penceramah terus memberikan wawasan keilmuannya sehingga mampu menjawab semua permasalahan masyarakat sesuai dengan bahasa agama,” ujar Bupati Mashuri.
Lebih lanjut, Bupati Mashuri menitipkan kepada MPI Bungo agar bisa mengunjungi Suku Anak Dalam (SAD) di pasir putih yang sudah beragama islam dengan tujuan memberikan pencerahan dan siraman rohani terhadap mereka.
“Semoga MPI Bungo bisa mengunjungi SAD yang beragama islam di pasir putih,” pungkasnya. (Ari)











