BULAN PENINGKATAN AMAL PASCA RAMADHAN

177

SUARA ARTIKEL – Setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan, umat Islam kini telah memasuki bulan Syawal yang mulia. 1 Syawal yang kita rayakan sebagai hari Idul Fitri, adalah salah satu dari dua hari raya umat Islam. Bulan Syawal disebut sebagai bulan peningkatan amal sholeh. Bulan ini merupakan kelanjutan dari bulan Ramadhan yang sudah mendidik para insan yang bertaqwa secara intensif untuk memerangi hawa nafsu.

Bulan Ramadhan yang penuh berkah menjadi kesempatan emas bagi setiap hamba Allah untuk meningkatkan ketaqwaannya. Sepanjang bulan ini, umat Islam semakin intens melakukan serangkaian aktivitas keagamaan.

Berpuasa, shalat Tarawih, memperingati malam Nuzulul Qur’an (malam turunnya Al Qur’an), mencari malam Lailatul Qadar, beri’tikaf, meningkatkan do’a dan memohon ampunan, memperbanyak tilawah Al Qur’an dan beramal sholeh, kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fithrah.

Puasa Ramadhan termasuk rukun Islam yang keempat dari lima rukun Islam. Hukumnya wajib, sebagaimana firman Alloh SWT, “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang bertakwa, (QS.Al Baqarah 183)”. Orang yang berpuasa melatih dirinya untuk semakin dekat pada Allah, mengekang hawa nafsunya, meniadakan maksiat, dan semakin giat melakukan ketaatan. Dari madrasah bulan Ramadhan ini, maka umat Islam yang bersungguh-sungguh bisa lulus mencapai derajat hamba yang bertaqwa.

Memasuki bulan Syawal, tidak berarti nilai ketaqwaan menjadi luntur atau stagnan. Di bulan Syawal ummat Islam kembali kepada fitrah yang suci, seolah seperti bayi yang baru lahir, bersih dari segala dosa. Membuka lembaran kehidupan yang baru dengan segala ampunan.

Momentum ini, seharusnya memberikan spirit tinggi untuk terus meningkatkan ketaqwaan. Menurut syariat Islam ada beberapa amalan yang bisa kita tunaikan di bulan Syawal, yaitu; menjalankan ibadah puasa selama 6 hari, mengitensifkan berjamaah di Masjid, melangsungkan pernikahan, silaturahmi dengan sanak saudara sesama muslim, dan tadarus Al Quran melanjutkan bacaan saat Ramadhan.

Salah satu amaliyah yang istimewa adalah puasa 6 hari sebagai kelanjutan puasa Ramdhan. Rasulullah SAW mulai berpuasa sunnah 6 hari sejak tanggal dua Syawal. Keutamaannya sungguh luar biasa. Hal ini dikuatkan dengan hadits yang berbunyi; Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, sama artinya ia telah berpuasa setahun penuh (HR.Muslim).

Alangkah rugi bila kita menyia- nyiakan amalan ini. Semangat taqwa sejatinya tidak berhenti di bulan Ramadhan. Bulan Syawal adalah pintu penentu kualitas taqwa ummat Islam yang akan membias pada bulan-bulan berikutnya hingga ajal datang. Kesuksesan derajat taqwa akan tampak pada kekhusyuaannya beribadah, selalu menjauhi maksiat, meninggalkan yang haram, lebih sholeh perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, dan segala kebaikan lainnya yang membuat hidup lebih bermakna. Semoga kita termasuk golongan umat Islam yang istiqomah dalam kebaikan dan ketaatan dengan bimbingan Allah SWT. Aaamiin Yaa Rabbal’ Alamin.

Penulis : Ade Sofa, S. Ag., M.S.I
Dosen STIA Setih Setio Muara Bungo

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini