SUARA SAROLANGUN – Keberadaan Instalasi Rehabilitasi Ketergantungan Narkotika dan Psikotropika Napza atau Panti Rehab Narkoba, di Kabupaten Sarolangun menuai pujian dan decak kagum dari para petinggi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).
Diketahui bawha panti rehab tersebut dibangun melalui anggaran APBD yang dikelola langsung oleh Pemerintah setempat. Dengan melibatkan dinas Kesehatan, RSUD Chatib Qazwaib serta Dinas Sosial, melibatkan tenaga medis yang sudah terdidik melalui kerjasama Pemda bersama pihak BNN.
Kepala BNN Provinsi, Brigjen Dwi Irianto mengucapkan selamat dan sukses atas terbangunnya Panti Rehab tersebut. Sebab menurut dia satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang memiliki Panti Rehab.
“Karena inisiasi beliaulah (Cek Endra) ini bisa terbangun, kami mengucapkan terimakasih banyak. Apalagi ini satu-satunya di Provinsi Jambi,” kata Brigjen Dwi Irianto saat sambutan di acara peresmian Panti Rehab, Senin (24/02/2020).
Saat ini kata dia, bangsa ini tengah menghadapi kondisi sulit khususnya di Jambi yang peredaran narkoba cukup tinggi, tentu ini menjadi PR seluruh masyarakat Jambi khususnya Sarolangun.
“Kita dihadapkan dengan penyakit sosial kejahatan narkoba, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menyikapi masalah ini, satu-satunya adalah kerjasama semua element, Sarolangun sudah memberikan contoh yang baik bagi daerah lain, semoga ini menjadi ibadah bagi pak Bupati dan jajarannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNN RI yang diwakili Sestama Ibu Kombes Pol Sri Badriyati juga mengatakan hal yang sama, jangankan di Jambi se-Indonesia saja jarang kepala daerah yang konsisten persoalan meredam laju narkoba ini.
“Ini karya strategis membangun instalasi rehabilitasi ketergantungan narkotika, psikotropika. Jangankan di Jambi, di Indonesia saja Bupati yang konsisten dan serius ikut menangani kasus narkoba ini cuma disini,” ujarnya lantang.
Saat ini kata dia, Provinsi Jambi peringkat 26 se-Indonesia dan sangat jauh menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jambi saat ini peringkat 26 se-Indonesia dari sebelumnya sempat meningkat tajam, dan semoga ini bisa menekan laju narkoba diwilayah jambi ini sehingga bisa terus dan terus menurun,” terangnya.
“Saya tegaskan, bapak ibu sekalian dan seluruh masyarakat, jangan takut untuk rehab keluarganya, rehablah sebelum terlambat dan ditangkap. Yang menariknya lagi, ini dianggarkan langsung oleh Pemda Sarolangun, ini luar biasa, jangan mentang-mentang gratis malah bolak balik masuk, itu salah arti,” katanya lagi.
Bayangkan BNN punya 6 Balai lokalisasi Panti Rehab, ini tidak cukup menampung para pecandu narkoba, kondisi ini ancaman faktual bagi seluruh rakyat indonesia, sebab dari data yang kami punya hampir kurang lebih 4 juta jiwa.
“Inilah yang harus kita sikapi bersama, bersyukur dibawah kepemimpinan Cek Endra Sarolangun punya Panti Rehab, kami siap membantu baik itu BNN Provinsi dan Pusat, terutama persoalan SDM pengelola Panti Rehab ini sehingga nantinya bisa berstandar Nasional,” pungkasnya. (Adv/Sar)













