Babinsa Mengajari Warga SAD Bercocok Tanam Yang Benar

SUARA SAROLANGUN – Kebiasaan hidup berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain, membuat warga SAD jauh tertinggal dengan warga desa sekitarnya karena tidak ada kesempatan untuk mengumpulkan bekal untuk kebutuhan hari esok.

Bertahun-tahun hidup mengembara di tengah hutan belantara dengan menggantungkan sumber kehidupannya pada alam semesta membuat mereka terlena.

Baca Juga :  Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penculikan Anak, Bilqis Dijual Rp80 Juta Kepada Kelompok SAD di Mentawak

Mereka tidak sadar bahwa hutan ini lambat laun akan habis seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, baik warga SAD sendiri maupun warga desa sekitar hutan.

Temenggung Bebayang selama ini hidup full mengembara di hutan sehingga merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan menetap di satu tempat. Meladang merasa kesulitan mencari penghidupan dengan tinggal menetap di Kawasan Terpadu SAD.

Baca Juga :  Audiensi dengan Menkes, Gubernur Al Haris Dorong Pemerataan dan Penguatan Layanan Kesehatan Daerah

Agar temenggung Meladang merasa nyaman dan betah hidup menetap babinsa Koramil 420-03/Pauh kopda Alfikri dan serda Boiko memberikan bimbingan tata cara bercocok tanam yang benar dengan harapan mendapat hasil yang maksimal, Rabu (3/4/2019).

Baca Juga :  Pemkab Merangin Perbaiki Ruas Jalan Simpang Seling - Muara Jernih

Sementara, ini tanaman yang di berdayakan adalah tanaman pangan yang memang mereka butuhkan untuk mencukupi kebutuhan warga SAD seperti sayur mayur, cabe dan tanaman buah-buahan. (tim)