Antisipasi Lonjakan Harga, Fachrori Panen Bawang Putih di Jangkat

68

SUARA BANGKO – Gubernur Jambi H. Fachrori Umar mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi dan seluruh pihak terkait berusaha untuk mengantisipasi agar kedepan tidak terjadi lonjakan harga bawang putih dan komoditi pangan lainnya dan juga berupaya untuk meningkatkan nilai tukar pertanian (NTP), guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebelumnya, H. Fachrori ikut serta panen bawang putih hasil penanaman perdana di Jangkat, yang merupakan kerjasama pemerintah dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), PT CGU, dan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan luasan lahan tanam 19 Hektar lebih, mendekati 20 Hektar. Hasil panen tersebut variatif, ada yang 3 ton/Ha, da ada juga yang lebih.

Hasil panen bawang putih ini bukan untuk dijual ke pasar, namun untuk digunakan sebagai bibit dalam pengembangan dan peluasan tanam bawang putih di Jangkat.

Fachrori mengaku sangat senang dengan adanya penanaman dan panen bawang putih, salah satu komoditi pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Fachrori menegaskan, meskipun ada kekurangan di sana sini, tetapi langkah ini merupakan langkah berani yang harus diapresiasi, dan dirinya yakin kedepan akan terus dilakukan perbaikan dan pembenahan guna memperoleh hasil panen yang lebih bagus, dan berikutnya menjadi hasil yang maksimal.

Selain itu, Fachrori mengapresiasi sinergitas pemerintah, masyarakat, komunitas (HKTI), dunia usaha (PT CGU), dan akademisi dalam penanaman bawang putih di Jangkat ini. Dilibatkannya akademisi (IPB) dalam penanaman ini juga menjadi penting untuk memperkuat kajian ilmiah yang diterapkan di lapangan.

Fachrori berharap, kedepan hasil panen penanaman bawang putih di Jangkat ini lebih baik lagi, untuk menambah kesejahteraan petani, untuk menambah stok bawang putih di Provinsi Jambi yang tentunya akan mempengaruhi harga bawang putih, yakni supaya tidak terjadi lonjakan harga bawang putih seperti yang terjadi saat pertengahan puasa Ramadhan 1440 H/2019 M, dan dapat menularkan semangat untuk menanam bawang putih di Jangkat (peluasan lahan tanam) dan jika memungkinkan di kabupaten/kota lainnya.

“Saya berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan, bisa terus-menerus meningkatkan Nilai Tukar Pertanian (NTP), yang berarti meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya, Sabtu (22/6/2019).

Bupati Merangin Al Haris menegaskan, bahwa Merangin siap menjadi pilot project penanaman dan pengembangan bawah putih di Provinsi Jambi.

Selain menjelaskan manfaat penanaman bawang putih seperti yang dikemukakan oleh gubernur, Al Haris menyatakan bahwa penanaman bawang putih ini juga bisa mengurangi pengangguran, menciptakan lapangan kerja yang baru, yang juga sangat bermanfaat uktuk memanfaatkan bonus demografi, agar bonus demografi tidak menjadi beban bagi Provinsi Jambi, khususnya bagi Kabupaten Merangin, tetapi sebaliknya menjadi keuntungan.

Al Haris menerangkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Merangin bersama dengan pihak-pihak terkait sedang memperjuangkan Indikasi Geografis bagi Kopi Robusta Jangkat, yang akan diajukan kepada Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia. Bupati Merangin ini menyatakan, beberapa waktu yang lalu, Kopi Jangkat meraih kopi Robusta nomor 1 di Festival Kopi di Bali dan sudah diundang untuk mengikuti pameran di Belgia pada Juli 2019 mendatang. Pemerintah Kabupaten Merangin sudah membentuk Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Jangkat, sebagai upaya perjuangan terpadu agar Kopi Jangkat memiliki Indikasi Geofrafis.

Tampak juga mewakili Gubernur Jambi yakni, Wakil Bupati Merangin, Mashuri, beberapa orang kepala OPD atau yang mewakili lingkup Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Merangin turut serta dalam acara tersebut. (Zal/Hms)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini