Bupati Sukandar Hadiri Tabligh Akbar Bersama Fachrori

SUARA TEBO – Bupati Tebo, H.Sukandar menyampaikan, jalan Padang Lamo dalam kondisi baik melintasi Kecamatan Tebo Tengah, Tebo Ulu, Sumai, Tujuh Koto Ilir, Tujuh Koto Ulu, Serai Serumpun.

Hal itu, dikatakanya saat menghadiri tabligh akbar kebangsaan dengan tema, “Menjaga Ukhuwah Islamiyah menuju Pemilu 2019 yang Sejuk dan Damai” sekaligus acara syukuran Forum Masyarakat Lintas Padang Lamo Kabupaten Tebo atas Pelantikan Fachrori Umar sebagai Gubernur Jambi sisa masa jabatan 2016-2021 pada tanggal 13 Februari 2019 di Istana Negara Jakarta oleh Presiden Joko Widodo dan Rahima Fachrori sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Jambi oleh Mufidah Jusuf Kalla berlangsung di Lapangan Bola Kelurahan Pulau Temiang Tebo Ulu Kabupaten Tebo, Sabtu (30/3/2019).

Baca Juga :  Bupati Tebo Jadi Irup Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-74

“Kondisi jalannya 88 persen kami laporkan baik, namun tidak bosan meminta kepada gubernur sebagai Putra Bungo, tidak akan meninggalkan Tebo dalam pembangunan jalan ini, juga butuh pengaspalan pada bagian yang masih rusak,” ungkap Bupati Sukandar.

Sukandar meyakini kepemimpinan Fachrori Umar tentunya akan selalu memperhatikan pembangunan daerah Tebo yang dulunya bagian dari Kabupaten Bungo Tebo.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Jalan Padang Lamo, Zulkifli menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Fachrori Umar sebagai Gubernur Jambi sisa masa jabatan 2016-2021 pada tanggal 13 Februari 2019 di Istana Negara Jakarta.

Baca Juga :  H. Abdul Malik : Kalau Ingin Bungo Berbenah, SZ-Erick Harus Kita Menangkan

“Kebanggaan sebagai Putra Bungo Tebo yang saat ini memimpin Jambi, dan kami masyarakat jalan Padang Lamo mendukung program pembangunan Provinsi Jambi dan juga memikirkan Bungo Tebo,” ujar Zulkifli.

Makna tabligh akbar kebangsaan yang disampaikan Ustadz Andre Satria dalam pesta demokrasi merujuk pada nilai Islam untuk menjaga ukhuwah atau persatuan.

“Ingin sukses dan berhasil, ukhuwah harus dijaga, jangan saling menjelekkan, sebar fitnah, saling benci, kita damai-damai bae, mulut dijago jangan sampai menyakiti dan itu dilarang oleh ajaran Islam,” ujar Ustadz Andre Satria.

Baca Juga :  Hadiri Musrenbang Koto Baru, Ketua DPRD Harapkan Pemdes Intens Berkomunikasi Dengan Pemkot

Ustadz Andre Satriamenyampaikan bahwa tabligh akbar kebangsaan bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dapat dimaknai dengan perjalanan Rasulullah menerima perintah shalat yang mengajarkan umat untuk senantiasa mengikuti ajaran kebaikan dan saling menghargai. “Perbedaan politik tidak perlu dipermasalahkan s,emua bisa berjalan damai dan sejuk,” kata Ustadz Andre Satria. (Zal/hms)