Paska Penganiayaan, Kesehatan Korban Menurun dan Dirawat di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi

SUARA JAMBI – MP (14), seorang santri Pondok Pesantren Sabilul Jannah yang berlokasi di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Kota Jambi, sejak Senin (12/10/2026).

Didampingi keluarga dan tim kuasa hukumnya, warga Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur ini dirujuk ke rumah sakit, guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut atas luka fisik dan trauma berat yang dialaminya.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris : Peran Lembaga Adat Sangat Dinantikan Masyarakat

Kondisi anak bungsu dari tiga bersaudara ini dilaporkan terus menurun dan MP kerap menangis menahan rasa sakit di area kepala dan mata sebelah kiri yang mengalami luka memar serta lebam.

Selain itu, korban mengeluhkan pusing serta kesulitan untuk makan akibat rahangnya yang sakit, dan tidak dapat dibuka secara lebar pasca dugaan tindak kekerasan yang dialaminya.

Ibu korban, Irmawati membenarkan bahwa putra nya kini harus dirawat secara intensif. Dia berharap buah hatinya dapat segera pulih dari rasa sakit, maupun trauma mendalam agar kelak bisa kembali menimba ilmu.

Baca Juga :  Bupati Adirozal Tandatangani MoU dengan PT EDC Indonesia

“Iya benar anak saya dirawat. Semoga segera pulih dari sakit dan traumanya,” tutur Irmawati kepada wartawan saat dijumpai di RSUD Raden Mattaher Jambi, Senin (12/10/2026).

Dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru berinisial MH di lingkungan Pondok Pesantren Sabilul Jannah, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, diduga terjadi pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Baca Juga :  Hadiri Launching Program Dan Press Release, Ini Yang Disampaikan Kabid Humas Polda Jambi

Berdasarkan keterangan korban, korban sempat pingsan dilokasi kejadian usai mendapat pukulan dari terduga pelaku.

Dari keterangan yang disampaikan korban, aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru MH tersebut diduga tidak hanya menyasar dirinya, melainkan ada santri lain yang juga diduga turut menjadi korban. Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polda Jambi. (SBS)