SUARA BUNGO – Masyarakat Dusun Pulau Batu, Kecamatan Jujuhan Ilir mengaku kecewa dengan keputusan Pemerintah Dusun yang diduga terjadi nepotisme dalam penjaringan perangkat desa sehingga banyak keluarga-keluarga Datuk Rio menjadi perangkat desa.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun wartawan dilapangan, mayoritas perangkat desa yang ada di dusun Pulau Batu saat ini memiliki hubungan darah dengan datuk Rio. Ironisnya hal ini tidak pernah dipersoalkan oleh pihak kecamatan ataupun pihak inspektorat padahal persoalan ini sudah pernah disampaikan oleh masyarak.
Ketika ditanya siapa saja perangkat desa di Pulau Batu yang diduga punya hubungan dekat dengan Datuk Rio, menurut penuturan warga, Sekdus adalah anak kandung Datuk Rio, Kasi Kesejahteraan Zarkoni adalah ponakan Rio, Kasi Pemerintahan dijabat oleh Iqbal yang merupakan sepupu Rio, Kaur Perencanaan Zauki merupakan cucu Rio dan Kasi Pelayanan Yuhana adalah sepupu kandung dari istri Datuk Rio.
“Mulai dari Sekdus sampai kasi dan kaur, semuanya keluarga datuk Rio. Ini kan sudah jelas ada Nepotisme dalam penjaringan perangkat dan anehnya hal ini tidak menjadi masalah bagi pihak kecamatan maupun pihak Dinas PMD,” tutur warga Pulau Batu yang minta namanya tidak ditulis.
Tidak hanya mengadukan persoalan Nepotisme dan KKN kepada Bupati Bungo, warga Pulau Batu juga menyebutkan bahwa mereka juga meminta kepada bapak Bupati untuk mengusut tuntas dugaan-dugaan penyalahgunaan dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diduga tidak transfaran.
“Dugaan penyelewengan dana desa sangat besar terjadi di Pulau Batu, karena pejabat-pejabat desa saja diisi oleh keluarga-keluarga Datuk Rio semua. Melihat kondisi desa saat ini, kami mohon pihak terkait bisa segera mengaudit dana desa dusun Pulau Batu,” terang warga.
Disisi lain, adanya dugaan praktek Nepotisme dan KKN di struktur perangkat desa dan sayangnya, ketika dikonfirmasi datuk Rio Pulau Batu belum mendapat tanggapan sampai berita ini diterbitkan. (tim)









