Diduga, Ada Oknum Bos Loading Ramp Sawit di Kuamang Kuning Monopoli Harga TBS

SUARA BUNGO – Para Petani Sawit di Kuamang Kuning mengaku kecewa dengan beberapa pengusaha atau oknum bos Loading Ramp Sawit yang diduga telah melakukan monopoli terhadap harga Tandan Buah Segar (TBS).

Adanya dugaan Monopoli harga TBS khususnya diwilayah Kuamang Kuning diketahui dengan adanya perbedaan harga TBS dibeberapa tempat Loading Ramp Sawit. Harga TBS di Loading-Loading sawit yang memiliki kerjasama khusus atau memiliki Delivery Order (DO) dengan PT SAL relatif lebih murah bila dibandingkan dengan Loading – Loading yang tidak memiliki DO di PT SAL.

Kepada wartawan, Tohirun mengaku dizolimi dan kecewa dengan pihak Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) yang diduga telah melakukan monopoli harga TBS dengan menurunkan harga beli dari petani di semua Loading Ram milik Bejo yang mengantongi DO untuk PT SAL.

Baca Juga :  Pj Gubernur Jambi: ASN Jaga Netralitas Dalam PSU Pilkada

“Kenapa harga TBS di loading-loading sawit yang ada DO PT SAL lebih murah, tentu ini sangat merugikan masyarakat banyak. Kami minta tolong jangan ada monopoli harga TBS yang bisa mencekik leher petani-petani sawit,” ujarnya.

Ketika ditanya berapakah selisih harga antara Loading Ramp masyarakat biasa dengan Loading Ramp sawit yang ada kerjasama dengan PT SAL seperti Lodging Ramp milik Bejo, dirinya menjawab selisih harga mencapai ratusan rupiah untuk setiap kilonya.

Baca Juga :  Dandim Letkol Inf Arief Widyanto Pimpin Upacara Penerimaan Warga Baru dan Pelepasan Pindah Satuan

“Pada umumnya loading-loading yang ada saat ini di Kuamang Kuning merupakan Loading milik Bejo dan hanya sedikit Loading yang milik masyarakat biasa. Selisih harga juga cukup banyak untuk satu kilo nya mencapai Rp300 rupiah,” paparnya pula.

Lantas ketika ditanya apakah PT SAL hanya menerima buah sawit yang ada kaitannya dengan Loading milik Bejo atau petani tidak bisa menjual langsung ke perusahaan PT SAL? Menurutnya jika petani menjual langsung ke perusahaan PT SAL tanpa melalui loading sawit yang mengantongi DO PT SAL seperti loading milik Bejo, maka buah sawit yang dijual akan disortir lebih banyak.

Baca Juga :  Pemkab Merangin MoU dengan UIN STS Jambi

“Jika jual langsung ke perusahaan, maka buah sawit akan banyak penyortirannya. Jika dijual ke Loading milik Bejo, sortir nya tidak banyak namun harga TBS nya murah,” jelasnya pula.

Adanya dugaan Monopoli harga TBS di Kuamang Kuning yang dijual ke PT SAL, membuat para petani sawit berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bungo. Para petani sawit berharap Bupati Bungo atau wakil Bupati Bungo bisa mendengarkan jeritan penderitaan petani sawit dan berharap tidak ada monopoli harga TBS lagi. (tim)