SUARA BUNGO – Mencuatnya dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar digunakan oleh pihak kontraktor Pembangunan Jembatan Batang Bungo yang saat ini sedang dikerjakan di Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, nampaknya mendapat berbagai tanggapan serius dan hal tersebut juga diduga telah menyalahi Rincian Anggaran Belanja (RAB).
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek Jembatan Batang Bungo, Faisal ketika dikonfirmasi wartawan terkait adanya dugaan BBM subsidi yang digunakan oleh kontraktor dalam pembangunan proyek pemerintah di dusun Mangun Jayo mengaku terkejut dan dirinya juga mengatakan bahwa BBM yang harus digunakan tidak boleh BBM Subsidi.
“Dalam Rincian Anggaran Belanja (RAB), BBM yang digunakan wajib BBM jenis Solar non Subsidi. Jika tidak sesuai dengan aturan maka itu sudah menyalahi,” ungkap Faisal, Selasa (10/9/2024) kemarin.
Ketika disinggung adanya pernyataan pengawas proyek yang mengatakan bahwa BBM yang digunakan untuk mengoperasikan alat berat yang bekerja dibeli dari warga dengan jenis solar, Faisal seakan tidak percaya dan berulang kali dirinya mempertanyakan apakah benar pengawas lapangan menyebutkan hal tersebut.
“Apa benar mereka (pengawas, red) menyebutkan BBM yang digunakan dibeli dari salah satu warga? Yang jelas BBM di RAB harus gunakan solar non subsidi,” terangnya pula.
Ketika ditanya apakah benar dirinya tidak mengetahui hal tersebut, sementara informasi yang diperoleh wartawan dirinya selalu standbay dilokasi proyek? Faisal menjawab bahwa dirinya tidak memantau terlalu jauh hal-hal yang berkaitan dengan non teknis.
Disisi lain, pengakuan pengawas proyek Jembatan Batang Bungo beberapa hari lalu yang mengatakan, bahwa mereka memperoleh BBM dari salah satu warga ternyata mendapat bantahan keras dari pihak keluarga yang bersangkutan.
Kepada wartawan, perwakilan keluarga yang disebut penyuplay BBM dengan tegas mengatakan bahwa pernyataan pengawas tidak benar dan itu sudah termasuk pencemaran nama baik.
“Salah besar jika pengawas tu mengatakan bahwa keluarga sayo yang menyediakan BBM itu. Ini sudah masuk pencemaran nama baik,” terang salah satu keluarga yang disebut pihak pengawas sebagai penyedia BBM. (Oni)









