SUARA KERINCI – Seminggu terakhir ini penanganan kasus ISPA di Kabupaten Kerinci mulai mengalami peningkatan, namun detail jumlah kasus ISPA yang ditangani di Kabupaten Kerinci akan terlihat pada akhir September nanti dari Puskemas.
Kepala dinas kesehatan kabupaten Kerinci, Hermendizal, mengatakan jika kabut asap ini berlangsung lama maka akan dikhawatirkan warga akan terjangkit penyakit Diare dan Mencret.
“Sebagai benntuk antisipasinya kami telah membagikan masker kepada sekolah-sekolah, seperti PAUD/TK/SD dan SMP dalam Kabupaten Kerinci. Kami juga menghimbau kepada seluruh warga agar mengurangi aktifitas diluar ruangan dan memperbanyak minum air putih,” kata Hermendizal saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (19/9/2019).
Saat ini Dinas Kesehatan, tambah Hermendizal, masih menunggu hasil dari Dinas Lingkungan Hidup mengenai status tingkat pencemaran udara akibat kabut asap ini. Maka untuk itu, Dinkes sangat intens berkomunikasi dan berkoordinasi dengan dinas Lingkup Hidup. Sebab dinas tersebut memiliki alat untuk mengukur tingkat pencemaran udara udara saat ini.
“Jika status sudah dikeluarkan oleh Dinas LH, maka dinas Kesehatan akan mengambil kebijakan untuk penanganannya, seperti membuat edaran ke setiap Puskemas dan diteruskan ke Masyarakat,” ungkapnya.
Penyakit ISPA dijelaskan Hermendizal, rentan terjadi pada balita dan anak-anak, hal ini dikarenakan ketahanan tubuh balita dan anak-anak lebih lemah jika dibanding dengan orang dewasa.
“Kami sudah mengintruksikan agar seluruh Puskesmas menyedihkan obat-obatan, Penyakit ISPA agar nantinya tidak kehabisan STOK. Mengingat Kondisi udara saat ini diperkirakan penyakit ISPA akan terus meningkat, dirinya tidak ingin adanya Puskemas kehabisan stok obat, sehingga masyarakat yang dirugikan,” tutup Kepala Dinkes. (ndy)










