Disnakkan Sungai Penuh Studi Pembelajaran Pakan Ternak Alternatif ke Bandung Barat

SUARA BANDUNG BARAT – Selama ini di kota Sungai Penuh pemilik hewan ternak, terutama sapi dan kambing, masih memberikan makanan terhadap hewan peliharaannya dengan mengandalkan pada alam, seperti rumput dan daun hijau.

Pemberian pakan ternak seperti ini, masih terbilang menggunakan pola tradisional, sehingga harus dirubah ke pola modern dengan memberikan pakan olahan, agar kondisi hewan ternak lebih sehat dan gemuk.

Untuk merobah pola tradisional ke pola modern tersebut, Kamis (19/9/2019), Dinas Perikanan dan Peternakan kota Sungai Penuh, melakukan Studi Pembelajaran Tentang Kampung Ternak dan Pengelolaan Jerami Padi sebagai Pakan Alternatif ke Kelompok Ternak Putra Mandiri Desa Mandala Wangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga :  Tanggapi Soal Pegasus, Waka I DPRD Bungo: Kalau Izinnya Tidak Ada, Gembok..!

Menurut Kepala Disnakkan kota Sungai Penuh, Edi Juarsa, kunjungan ini dalam rangka melihat secara langsung pemanfaatan jerami padi sebagai sumber pakan ternak sapi. Karena di Kabupaten Bandung Barat ini selain sebagai pakan Sapi potong juga sebagai pakan sapi perah yg merupakan andalan kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga :  Fachrori : Bank Wakaf Mikro Hindarkan Masyarakat Dari Rentenir

“Kalau kita perhatikan jerami padi di kota Sungai Penuh cukup banyak tersedia, namun belum pernah dimanfaatkan. Jadi sangat sayang sekali, padahal pakan ternak dengan nilai gizi yang bagus kita melimpah tetapi belum dimanfaatkan,” ungkap Edi Juarsa.

Setelah melakukan studi pembelajaran ini, ditambakan Edi Juarsa, nantinya pada tahun anggaran 2020 akan kita anggarkan dan coba diterapkan dengan peternak sapi terlebih dahulu di Kota Sungai Penuh.

Baca Juga :  Bupati Monadi Lepas Tim Soeratin Cup U-13 dan U-15 ke Tingkat Provinsi Jambi

“Kita programkan pada tahun 2020 nanti, kita akan melatih peternak untuk bisa memanfaatkan jerami padi yang cukup melimpah di daerah kita, baik itu diberikan secara langsung kepada ternak maupun cara pengolahan hingga tahan lama untuk disimpan dengan nilai gizi yang tinggi,” papar Kadisnakkan. (ndy)