SUARA BUNGO –Dalam langkah tegas memberantas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang semakin marak di wilayah hukum Polres Bungo, Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengumumkan bahwa mulai bulan Oktober 2025 dirinya akan berkantor langsung di Dusun Sungai Telang, Kecamatan Bathin III Ulu, salah satu titik rawan aktivitas PETI.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Kapolres Bungo AKBP Natalena menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap maraknya penggunaan alat berat seperti excavator dalam kegiatan PETI yang terlalu bebas beroperasi di berbagai penjuru Kabupaten Bungo.
“Setelah lama berpikir, ternyata Allah SWT memberikan petunjuk. Mulai bulan Oktober 2025 saya akan berkantor di Dusun Sungai Telang. Kami akan Zerokan PETI di Kabupaten Bungo,” tulis AKBP Natalena, Sabtu (27/9/2025).
Kapolres menegaskan komitmennya untuk mengejar dan menindak para pelaku PETI serta pemilik lahan yang masih memberikan izin terhadap aktivitas ilegal tersebut, baik yang menggunakan mesin dompeng maupun alat berat.
“Kami akan kejar para pelaku PETI dan pemilik lahan yang masih mengizinkan aktivitas tersebut. Bismillah, tidak banyak teori. Langsung gas poll,” tegasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Polres Bungo dalam memberantas aktivitas tambang ilegal yang telah merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.
Rencana Zero PETI yang direncanakan oleh Kapolres Bungo dan dimulai bulan Oktober mendatang, nampaknya mendapat tanggapan dari masyarakat Kabupaten Bungo. Pemberantasan PETI sudah lama dinantikan oleh masyarakat Kabupaten Bungo, namun sedikit disayangkan kenapa pemberantasan PETI selalu berfokus di Dusun Sungai Telang, Kecamatan Bathin III Ulu.
“Rencana Zero ini sangat bagus, akan tetapi kenapa aparat penegak hukum selalu fokus ke Sungai Telang? Selain Sungai Telang masih banyak wilayah PETI, seperti Sungai Arang, Batang Uleh, Batu Kerbau dan Limbur Lubuk Mengkuang,” ujar Putra.
Masyarakat menilai selama ini pemberantasan PETI sudah cukup efektif, namun seyogyanya pemberantasan bisa lakukan misalnya di wilayah Sungai Arang yang sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa tidak ada lagi aktifitas PETI sebagai syarat agar operator dan alat berat mereka bisa dilepaskan.
“Dulu kan ada penangkapan operator dan alat berat di sungai Arang namun dilepaskan karena pemain PETI berjanji tidak akan melakukan kegiatan PETI lagi. Sekarang di Sungai Arang PETI malah semakin menjamur dan alangkah bagusnya operasi Zero PETI difokuskan di Sungai Arang terlebih dahulu,” paparnya kembali. (Oni)










