UE : Jokowi Tidak Membawa Perubahan Bagi Petani

26

SUARA JAMBI – Tokoh masyarakat Provinsi Jambi, Usman Ermulan menilai era kepemimpinan Presiden Jokowi tidak ada sama sekali membawa dampak perubahan signifikan bagi para petani.

“Lama- lama kebun karet dan sawit bisa habis ditukar oleh beras,” ujar mantan Bupati Tanjung Jabung Barat itu, Jum’at (15/3/2019).

Menurut mantan anggota DPR RI itu, Jokowi pemimpin yang tidak memikirkan tentang konsep cara mensejahatrakan para petani. Petani Jambi menderita lantaran harga karet dan kelapa sawit sudah anjlok sejak 3 dan 4 tahun. Itu bukti gagal berpikir untuk kepentingan rakyat.

“Jokowi pemimpin asal bunyi. Kok Karet dan sawit diganti dengan jengkol, itu menunjukkan pemimpin yang tidak memiliki konsep, asbun. Malu dong presiden bicara begitu. Seharusnya sebagai pemimpin, Jokowi harus mampu menjalin kerjasama dengan negara-negara luar demi meningkatkan petani,” tegasnya.

“Ini Presiden tidak ada perhatian. Bangun jalan tol, nggak ada masalahnya tapi jangan ngutang terus. Saya mengharapkan pasangan nomor urut 02 Prabowo – Sandi memberikan perubahan dengan kebijakan – kebijakan baru,” katanya.

Sementara itu, dalam pidato kebangsaan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan, anjloknya harga karet dan sawit merupakan bukti kegagalan elite mengelola dan mengurus bangsa.

Prabowo sempat menyinggung melorotnya harga karet saat ini, “Harga karet jatuh karena kaum elite tak mampu mengurus negara, kegagalan itu karena mereka tidak memakai akal sehatnya. Mereka (elite) cuma mengakal-akali rakyat dan saya rasa rakyat sudah tidak mau lagi di akali,” tutur Prabowo.

“Saya merasakan dimana-mana rakyat Indonesia menginginkan adanya perubahan. Kita harus mengusir elite gendeng. Saya tau itu, karena saya sudah lama jadi orang Indonesia,” sebut Prabowo saat kunker ke Jambi. (Zal)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini