SUARA BUNGO – Orang tua terduga korban dalam kasus pemukulan atau penganiayaan yang terjadi diruang kelas SMA Negeri 12 Bungo tolak untuk mediasi dengan keluarga terduga pelaku. Dia memilih untuk menempuh jalur hukum saja atas insiden yang menimpa anaknya itu.
Ayah terduga korban, Sumardi (Ion) kepada awak media mengatakan, bahwa dia sebagai orang tua merasa terpukul dengan kejadian yang menimpa anaknya tersebut.
”Saya selaku orang tua bersama keluarga sudah memutuskan untuk menempuh jalur hukum saja atas dugaan penganiayaan yang di alami anak kami ini,” ujarnya.
Dia mengakui, bahwa semua sudah diceritakan oleh anaknya apa yang dirasakan atas insiden tersebut. Setidaknya keputusan keluarga lewat jalur hukum ini bisa memberikan efek jera kepada terduga pelaku dan dia berharap kasus serupa tidak terulang lagi didunia pendidikan.
“Atas insiden dugaan penganiayaan ini, anak kami sempat pingsan, beruntung tuhan memberikan kebenaran dan rekan ceweknya merekam semua insiden itu,” tuturnya.
Dia juga bercerita, bahwa kondisi anaknya usai kejadian selain meninggalkan bekas luka juga tampak demam dan trauma.
“Semenjak kejadian itu, anak kami sering menung sendiri dikamarnya,” tambahnya.
Kepada awak media, orang tua yang diduga korban penganiayaan itu juga menunjukkan bukti laporan di Mapolres Bungo, Surat tanda penerimaan pengaduan nomor :STPP/252/VII/2023/SPKT/RES BUNGO.
”Kami berharap polisi cepat melakukan proses hukum atas kasus dugaan penganiayaan ini,” harapnya. (Oni)











