Sudut Pandang Mahasiswa Terhadap DPRD Bungo Terkait Viralnya Video SPPD Tidak Cair

SUARA BUNGO – Terkait rekaman video yang berdurasi 16 detik yang beredar di media sosial (medsos), yang mana anggota Dewan Kabupaten Bungo dengan tegas mengatakan tidak akan hadir di acara Rapat Paripurna apabila SPPD tidak dicairkan.

Pernyataan beberapa anggota dewan tersebut menuai banyak kritikan dimedia sosial dan dikalangan mahasiswa di Kabupaten Bungo.

Salah satu kader Organisasi Kemahasiswaan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Bungo kepada suarabutesarko.com, Juna mengatakan, tentu pernyataan beberapa anggota ini menjadi pernyataan multitafsir bagi semua kalangan, khususnya dikalangan mahasiswa.

“Kami selaku mahasiswa yang ada di kabupaten Bungo akhirnya tau kalau anggota dewan juga merasakan susah apabila tidak ada pemasukan. Sama halnya seperti kami masyarakat Kabupaten Bungo yang dibatasi dalam mencari nafkah demi kehidupan, namun bedanya anggota dewan masih punya pemasukan, sedangkan kami tidak,” ujar Juna.

Baca Juga :  Ketua DPRD Bungo Jumari Ari Wardoyo Hadiri Halal Bihalal di Dusun Dwi Karya Bakti

“Kami sangat menyayangkan apabila wakil kami menyatakan keluhannya seperti itu, apalagi kami sebagai masyarakat kecil dan tidak punya gaji pokok dari negara. Kami juga sangat prihatin terhadap Dewan yang sekaligus wakil kami, yang berkesan tidak punya hati nurani dalam berbicara. Lain kali sebaiknya dipikirkan lagi dampak dari argumennya pak,” tambahnya.

Baca Juga :  Serah Terima Jabatan Rio Tanjung Agung Berlangsung Sukses

“Anggota Dewan saja mengeluh, apalagi kami selaku masyarakat biasa. Seharusnya kepentingan kami ini yang di utamakan pak. Disini kami juga sedang menunggu apa maksud dari pernyataan Anggota Dewan terhadap apa yang mereka ucapkan sehingga tidak menjadi multitafsir yang nantinya akan berpengaruh buruk terhadap kinerja DPRD Kabupaten Bungo,” jelasnya.

Tambah Juna, barangkali dana SPPD anggota dewan itu disumbangkan kepada masyarakat yang terdampak dari pandemi covid-19.

“Kami tunggu klarifikasi dari Pimpinan dan anggota dewan terhormat,” pintanya.

Juna juga meminta kepada Pemda Bungo agar transparan dalam penggunaan anggaran daerah, supaya jelas titik terang permasalahan devisit yang melanda Kabupaten Bungo saat ini.

Baca Juga :  DPRD Bungo Terima Kunjungan Kerja DPRD Kota Sawahlunto

“Kami minta kepada Bupati dan kepala BPKAD untuk bijak dan cepat tanggap terkait permasalahan ini, agar anggota Dewan kami tidak lagi mengeluh tentang anggaran SPPD-nya,” tegas Juna.

Menurut Juna, permasalahan video anggota dewan Kabupaten Bungo yang lagi voral saat ini tentu ada sebabnya, sehingga anggota dewan terhormat ini menjerit dan minta bantuan kepada pimpinannya.

“Bearti ada yang tidak beres antara DPRD dengan Pemda Bungo. Jangan sampai permasalahan ini berlarut-larut dan berimbas kepada masyarakat banyak,” pungkasnya. (Oni)