Sekda M. Dianto Ajak BPK Duduk Bersama Atasi Temuan di Beberapa OPD

SUARA JAMBI – Forum Diskusi Penyelesaian Kerugian Negara/Daerah untuk Tim Penyelesaian Kerugian Daerah (TPKD) pada pemerintahan di Wilayah Provinsi Jambi, Riau, Bengkulu berlangsung di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jambi, Jum’at (9/11/2018).

Sekda mengatakan, pengelolaan keuangan dan kekayaan negara atau Daerah menuntut kehati-hatian dan kecermatan aparatur untuk melaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien serta profesional dan bertanggung jawab. Untuk itu, persepsi harus disamakan guna antisipasi dan mengatasi kerugian negara.

Sekda mengungkapkan, temuan BPK dalam pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah Provinsi Jambi dalam kisaran 37 persen menjadi perhatian serius untuk segera diselesaikan.

“Diskusi ini guna menyelesaikan berbagai temuan. Dengan duduk bersama, masalah dapat teratasi dan inspektorat kita sudah bekerja menemui OPD yang menjadi objek temuan tersebut,” ungkap Sekda.

Baca Juga :  Kapolres Bungo Janji Akan Kembangkan Kasus PETI di Batu Kerbau Hingga ke Pemodal

Sekda mengakui temuan terdapat di beberapa program diantaranya yang menjadi fokus perhatian terkait proyek pembangunan daerah.

“Ada pekerjaan yang sudah diberikan uang muka, akan tetapi masih ada pihak rekanan yang belum menyelesaikan secara baik atau tidak dikembalikan saat dinyatakan sebagai temuan,” kata Sekda.

Pihak rekanan pemerintah dalam mengerjakan proyek pembangunan pemerintah daerah yang dinyatakan menjadi temuan BPK juga ada yang merasa tidak menimbulkan kerugian bagi negara sehingga perbedaan persepsi menjadi temuan.

Baca Juga :  Ini 35 Anggota DPRD Bungo Terpilih Periode 2019 -2024 Yang Telah Ditetapkan Oleh KPU Bungo

“Ada yang belum tertagih, termasuk pihak rekanan yang merasa tidak merugikan negara dan ini telah menjadi temuan oleh BPK,” cetus Sekda M. Dianto.

Wakil Ketua BPK RI, Prof. Dr. Bahrullah Akbar,MBA, menyampaikan, BPK menjadi penjaga terhadap pengelolaan keuangan serta menyelamatkan kekayaan negara. BPK sebagai lembaga merupakan mitra pemerintah untuk mengantisipasi kerugian yang akan terjadi.

“Ibarat rumah kita masing-masing menghiasi diri sebaik mungkin dengan tujuan yang sama agar kota terlihat cantik dan teratur, itulah tujuan kita bersama dalam bernegara,” ungkap Prof. Bahrullah.

Temuan kerugian untuk Jambi, Bengkulu, dan Riau  merupakan kerja bersama mewujudkan pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah semakin baik.

Baca Juga :  Pj. Sekda Harap NU Perkuat Umat Serta Jaga Persatuan

“Sebagai contoh, belanja modal tentunya menjadi aset kekayaan daerah yang seharusnya dijaga bersama,” ujar Prof. Bahrullah.

Menurut Wakil Ketua BPK RI menyikapi temuan di berbagai daerah, harus mampu dijelaskan agar tidak bergulir ke wilayah hukum, kekurangan data administrasi serta pembuktian menjadi hal mutlak bagi pemerintah daerah.

“Penyelesaian temuan memiliki batas waktu dan harus segera dilakukan penyelesaian,” kata Prof. Bahrullah.

Tampak hadir Sekda dari tiga provinsi, Kepala BPK Perwakilan tiga provinsi, serta pejabat terkait Kabupaten/Kota juga ikut menghadiri acara tersebut. (SBS/HMS)