PETI di Dusun Tanjung Menanti Menjamur, Warga Minta Aparat Segera Bertindak

SUARA BUNGO – Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beraktivitas disekitar Wilayah kampung Tanjung Seri, Dusun Tanjung Menanti, Kecamatan Bathin II Babeko, hingga saat ini masih beroperasi dengan bebas dan menjamur.

Aktivitas PETI di dusun Tanjung Menanti

Dari aktivitas yang dilakukan, warga sekitar jalan Danau Buluh, Kecamatan Pasar Muaro Bungo, yang berdampingan dengan wilayah Dusun Tanjung Menanti, meminta kepada para penegak hukum agar segera memberantas habis kegiatan illegal tersebut.

Baca Juga :  Bupati Cik Dedy Diminta Tindak Tegas Oknum Rio Terpilih Jika Terlibat Aktifitas PETI

“Pening kami dengar suara Dongfeng PETI itu. Kami berharap penegak hukum segera berantas aktifitas illegal tersebut,” ujar Fahmi, warga sekitar.

Dikatakannya, PETI yang selalu beroperasi disekitar wilayah tersebut, bukan hanya satu mesin, melainkan puluhan set mesin yang setiap hari menggarap lahan, yang masuk kedalam wilayah Dusun Tanjung Menanti.

“Mereka bekerja setiap hari, bahkan malam hari juga banyak mesin yang beroperasi disana, bukan hanya satu, yang masuk dalam wilayah Dusun Tanjung Menanti,” katanya.

Baca Juga :  Dideadline 7 Hari, Bos PETI di Sungai Telang Rame - Rame Keluarkan Alat Berat

Dirinya juga menduga, aktifitas yang bebas tanpa hambatan tersebut, seakan selalu dilindungi oleh oknum aparat, yang selalu mengambil keuntungan atas aktivitas tersebut.

“Saya rasa, jelas ada pengamanan dari oknum aparat, makanya mereka bebas kerja. Dia mengambil keuntungan dari pekerjaan yang dikatakan illegal itu,” jelasnya.

Baca Juga :  2 Alat Berat diamankan di Bungo, Kades Juri Sebut alat Anggota Kodim

Dirinya berharap, tindakan tegas dari para penegak hukum, agar segera melakukan pemberantasan PETI yang beroperasi diwilayah tersebut, serta mengungkap siapa yang bermain dibelakang itu semua.

“Mudah-mudahan penegak hukum segera melakukan pemberantasan PETI diwilayah tersebut, biar tahu siapa oknum yang melakukan pengamanan dibalik itu semua,” harapnya. (*)