Beberapa Pelajar SMPN I Bungo Diduga Dikeluarkan Dari Sekolah Usai Mengikuti Kegiatan MPLS

SUARA BUNGO – Sungguh malang nasib beberapa pelajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Muara Bungo yang diduga terpaksa harus mencari sekolah lain karena dikeluarkan oleh pihak sekolah.

Beberapa pelajar yang beberapa waktu lalu telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekitar 1 Minggu terpaksa pasrah, karena nama – nama mereka ternyata tidak terdaftar dalam Dapodik.

Kepada wartawan, salah satu keluarga dari pelajar SMPN 1 Muara Bungo yang telah dikeluarkan tersebut mengatakan, bahwa nama ponakannya tertera di mading sekolah dan harus mengikuti MPLS.

Narasumber juga menyebutkan, bahwa selain ponakannya, masih ada beberapa pelajar yang juga ikut dikeluarkan dan terpaksa mencari sekolah lain untuk melanjutkan jenjang pendidikan mereka.

Baca Juga :  Sekda M. Dianto : Pemprov Jambi Sangat Mengapresiasi Layanan Mudik Gratis Yang Diberikan Oleh PTPN VI

“Selain ponakan saya, kabarnya masih ada beberapa pelajar lain yang juga telah dikeluarkan setelah menjalani kegiatan MPLS,” ujar Narasumber.

Ketika ditanya, apakah pihak keluarga pernah mempertanyakan kenapa ponakannya dikeluarkan dari sekolah meskipun sudah mengikuti MPLS, menurutnya pihak sekolah mengatakan bahwa ponakannya itu tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Setelah MPLS pihak sekolah memanggil orang tua pelajar dan menyebutkan bahwa anak mereka tidak masuk dalam data Dapodik,” ujar Narasumber lagi.

Mendapat penjelasan pihak sekolah yang menyebutkan ponakannya tidak masuk dalam Dapodik, narasumber mengaku heran dan terkejut kenapa hal ini bisa terjadi sedangkan proses pendaftaran ponakannya dulu diketahui langsung oleh Kepala Sekolah (Kepsek) sebelumnya, Tarmizi.

Baca Juga :  Athaya Garden dan Keluarga Besar H. Lutfi-Hj. Rosmani Kembali Berbagi Dengan Puluhan Anak Yatim

Tidak hanya mengaku heran, narasumber juga mengatakan, bahwa biaya administrasi seperti uang baju dan pendaftaran ulang juga sudah dibayarkan oleh orang tua ponakannya kepada Tarmizi yang saat itu menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Muara Bungo.

“Padahal uang daftar ulang dan uang baju seragam sekolah juga sudah dibayar, tapi sekarang ponakan kami dikeluarkan. Kami mohon kepada pihak terkait seperti Dinas Pendidikan agar bisa mengusut tuntas hal ini,” paparnya pula.

Ketika ditanya apakah pelajar – pelajar lain yang juga telah dikeluarkan telah membayar uang seperti ponakannya, narasumber mengaku tidak mengetahui semuanya, namun dia menyebutkan ada beberapa yang telah membayar uang itu kepada Tarmizi juga.

Baca Juga :  Sekda Merangin Buka Jambore Pramuka 2022

Akibat dikeluarkan dari sekolah, narasumber juga menyebutkan bahwa psikologi ponakannya juga terganggu dan tentunya semangat untuk belajar juga mengalami penurunan.

“Kejadian macam ini tentunya berdampak buruk pada psikologi ponakan saya. Kemarin semangatnya untuk belajar tinggi karena dia tergolong pelajar berprestasi disekolah sebelumnya, namun dengan kejadian ini semangat belajarnya justru berkurang dan malahan tidak mau untuk sekolah lagi,” bebernya kembali.

Sayangnya, terkait kabar adanya beberapa pelajar di SMPN 1 Muara Bungo yang dikeluarkan oleh pihak sekolah setelah mereka menjalani kegiatan MPLS, belum bisa dikonfirmasi dengan pihak sekolah sampai berita ini diterbitkan. (Tim)