oleh

Kembali Tolak ‘KLB’, Syaiful Acik Bilal Sindir Moeldoko Lewat Sebuah Lagu

SUARA BUNGO – Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bungo kembali menyuarakan penolakan terhadap digelarnya KLB di Deli Serdang, Sumatra Utara beberapa waktu lalu.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bungo, H. Syaiful Acik Bilal (SAB) kembali mengumpulkan puluhan kader Demokrat Bungo. SAB yang didampingi Leni Elvira kembali mengikuti zoom meting bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Selasa (9/3/2021).

Usai mengikuti zoom meeting,  mereka kembali melakukan orasi menolak digelarnya KLB yang melahirkan Moeldoko sebagai ketua Umum ilegal Partai Demokrat. Namun, mereka tetap solid mendukung AHY sebagai ketua Umum Partai Demokrat yang sah.

Selain melakukan orasi, Saiful Acik Bilal juga menciptakan sebuah lagu terkhusul untuk Moeldoko.

Ini lirik lagu ciptaan H. Syaiful Acik Bilal (SAB) selaku ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bungo untuk Moeldoko:

“Pak Moeldoko, jangan lupa bagi sembako, rakyat kita sudah lemah dengan covid-ko. Covid kita, rakyat punya kita bersama. Pikir juga pak, rakyat buat kiita,” ucap Acik Bilal menirukan lirik lagu Iwan Fals.

Menurut Syaiful Acik Bilal, lirik lagu tersebut memang sengaja diciptakannya untuk Moeldoko, dimana dirinya sudah terlanjur kesal dan terlalu murka melihat tingkah laku Moeldoko bersama antek-anteknya yang berusaha merebut kemerdekaan Partai Demokrat, apalagi Moeldoko tersebut bukan orang partai Demokrat.

“Kalau memang bapak itu jendral, bikin partai sendiri, jangan sok-sok belagu,” kesal SAB.

Menurut SAB, ketua terpilih dari KLB Moeldoko merupakan penghianat, apalagi sebagian mereka yang mengikuti KLB tersebut merupakan kader yang sudah bermasalah dan ada juga yang sudah dipecat dari kepengurusan partai.

“Seorang panglima yang telah dibesarkan oleh negara, yang telah dibina dan diangkat, tau-tau tidak punya martabat. Apakah itu seorang mantan panglima yang akan merebut kemerdekaan partai Demokrat,” katanya.

“Ketua Umum kami adalah AHY, bukan Moeldoko yang dipilih dengan cara ilegal itu. Kami tolak KLB. Hancurkan KLB,” tegas SAB bersama puluhan kader Partai Demokrat Kabupaten Bungo lainnya. (Oni)

Komentar

Berita Terbaru