Jelang Zero PETI Dimulai, Sapri Pilih Sembunyikan Alat Dihutan

SUARA BUNGO – Tinggal menghitung jam, tempatnya pukul 00.00 Wib, Rabu 22 Januari 2025, ”ZERO PETI BUNGO” akan dimulai. Episode kali ini Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Daerah telah sepakat tidak akan plin-plan lagi. Tim gabungan Forkopimda akan terus mengejar persembunyian alat berat excavator di hutan, perkebunan warga dan bahkan sampai di persembunyian didalam galian tanah-pun akan diburu.

Seperti yang diungkapkan Kapolres Bungo, AKBP. Natalena Eko Cahyono, pada kesepakatan bersama sudah mempertimbangkan semua sisi langkah toleran sudah dilakukan.

”Kembali saya ulang, ZERO PETI akan tercapai seratus persen, TNI-Polri dan Pemda sudah sepakat. Bila kami melakukan tindakan tegas dan terukur merupakan komitmen dan konsekuen bersama,” tegas Kapolres.

Ditegaskan Kapolres, bahwa pihaknya tidak mau hanya sebatas formalitas dan biasa-biasa saja, lalu kedepannya kumat lagi. Singkong dari data piket dari pos dan sungai Telang terdapat 47 alat berat jenis excavator yang sudah keluar. Jumlah tersebut terdata siapa pemilik, pelaku dan jenis excavatornya.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Gelar Pawai Ta'ruf Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1444 H/2023 M

Keberadaan alat berat yang masih dilokasi-pun juga sudah termonitor. Mereka memilih bersembunyi di hutan lebat jarak tempuh yang jauh, dan area hutan perkampungan warga, (Transmigrasi Sungai Telang dan Karak Apun). Bahkan ada yang nekat menggali tanah untuk tempat persembunyian alat.

Pantauan awak media dilapangan, rapat persiapan penindakan PETI kali ini terlihat Bupati Bungo dan ketua DPRD Bungo tidak hadir. Asisten Ekonomi dan pembangunan Ir. Supriadi yang mewakili mengakui tidak mengetahui apakah Bupati Bungo tengah berada diluar daerah atau dalam daerah saat ini.

Baca Juga :  Wako Ahmadi Buka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

”Saya diminta untuk mewakili Bupati, untuk jadwal kegiatan Bupati saat ini saya tidak tahu dimana. Tapi, kami yakin ZERO PETI BUNGO akan terwujud. Meskipun tidak berani menyatakan batas waktunya,” bebernya.

Dengan tidak hadirnya Bupati dan Ketua DPRD Bungo, rapat koordinasi penindakan PETI diputuskan akan dilakukan Penindakan dalam waktu secepatnya. Akankah Bupati bersama unsur Forkopimda akan bergerak langsung ke lokasi Sungai Telang malam ini?

Untuk jadwal penindakannya belum bisa dipastikan kapan, termasuk tindakan seperti apa yang akan direncanakan oleh tim gabungan Forkopimda ini nantinya.

Meskipun ultimatum sudah sangat keras diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo, namun salah satu Bos PETI yang berasal dari Merangin, Sapri, nampaknya tidak gentar dan tidak mentaati perintah untuk mengeluarkan ataupun memulangkan alat -alat berat miliknya dan malah memilih meyembunyikan alat berat tersebut sebanyak 5 unit dengan merek SANY PC 135, dan KOBELKO PC 200.

Baca Juga :  Sebut Polisi Minta "Jatah Dua Ribu", Fahmi Bebas Main PETI di Batu Kerbau

“Alat berat Sapri yang dari Merangin di Sungai Telang semuanya ada 7 unit bang. Kabarnya yang 2 unit sudah keluar dan sisanya sebanyak 5 unit tidak keluar, hanya dipindahkan dan disembunyikan di hutan diluar wilayah Sungai Telang. Kami berharap aparat penegak hukum nantinya jangan hanya melakukan razia diwilayah Sungai Telang saja dan tolong razia ditempat lain, seperti di Timbolasi maupun di Karak Apung. Kabarnya salah satu Bos PETI asal Merangin menyembunyikan alatnya disana,” harap warga. (SBS)