Diduga Ada Aktifitas PETI Menggunakan Ekskavator di Hulu Sungai Batang Bungo

SUARA BUNGO – Kondisi Sungai Batang Bungo kembali tercemar. Diduga ada kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat jenis Ekskavator di Hulu Sungai.

Selain alat berat, juga terdapat puluhan domfeng yang beraktivitas bebas di sepanjang hulu sungai. Hal itu, menyebabkan air tersebut menjadi tercemar dan keruh.

Padahal, wilayah Kecamatan Bathin III Ulu yang menjadi hulu dari sungai Batang Bungo itu merupakan wilayah wisata kebanggaan masyarakat Bungo. Namun, wisata air yang asri tersebut kini sudah tercemar oleh oknum pelaku PETI.

Ketua Batang Bungo Bersatu, Hasan Ibrahim meminta penegak hukum harus mengambil tindakan untuk memberantas hama perusak lingkungan di hulu sungai itu.

Dirinya bersama tokoh Batang Bungo Bersatu lainnya akan menjalin komunikasi bersama pihak terkait untuk membersihkan sungai Batang Bungo dari aktivitas illegal yang dapat merusak lingkungan tersebut.

“Kalau daerah hulu juga sudah dirusak oleh PETI, tidak ada lagi sungai yang bisa dibanggakan oleh masyarakat Kabupaten Bungo,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada tindakan dari pihak kepolisian untuk turun ke lokasi dan menindak pelaku kegiatan PETI tersebut.

Sementara itu Kapolres Bungo, AKBP Wahyu Bram mengatakan, bahwa pihak kepolisian akan segera melakukan penindakan secara persuasif agar tidak terjadi konflik ditengah masyarakat.

Dia menilai permasalahan PETI harus diselesai dengan memberikan solusi kepada masyarakat agar setelah dilakukan penertiban masyarakat tidak kembali lagi melakukan pekerjaan illegal itu.

“Kita kekurangan prasarana untuk melakukan penindakan, karena aktivitas tersebut berada jauh ke hulu dan memakan banyak waktu berjalan kaki untuk sampai ke lokasi. Kedepan kami berencana untuk melakukan pemantauan dari udara bersama Kasat Reskrim,” pungkas Kapolres Bungo. (JKM)

Komentar