Jalan Hancur, Warga Kampung Lebuh Dusun Telentam Merasa Belum Merdeka

SUARA BUNGOWarga kampung Lebuh, Dusun Telentam, Kecamatan Tanah Sepenggal, Bungo mengeluhkan kondisi jalan menuju dusun mereka yang hancur berantakan.

Mereka merasa selama ini selalu tertinggal dalam hal pembangunan dan mereka merasa belum sepenuhnya merdeka, bahkan dibanding dengan kampung-kampung lain di dusun Telentam tersebut.

Menurut kepala Kampung Lebuh, Usman mengatakan, bahwa kondisi jalan yang hancur di beberapa titik itu telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan tahun 2019 lalu sudah pernah di ukur untuk dilakukan pengaspalan. Hanya saja sampai kini belum terealisasi.

“Rencana dibangun jalan aspal sudah ado. Tahun 2019 lalu orang dinas PUPR bersama anggota dewan perwakilan kami sudah turun untuk mengukur jalan ini. Katonyo mau di aspal. Warga sudah senang nian. Tapi sampai kini belum ado jugo realisasinyo,” ungkap Usman (04/01/2022).

“Tolonglah pak perhatikan jalan kami ini pak. Kampung kami ini selalu tertinggal dalam hal pembangunan apopun. Selalu yang terakhir dapat pembangunan. Kami saat ini merasa belum sepenuhnya merdeka. Inilah yang warga kami rasokan bertahun-tahun,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan Usman, ada empat titik kondisi jalan yang rusak parah. Bahkan di dua titik hampir tidak lagi bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Paling kasian tu kadang anak-anak pergi sekolah, tau-taunyo balik ke rumah nangis, kerno dijalan terjatuh ke jalan berlumpur. Di kampung ini dak ado sekolah. Jadi harus keluar dari kampung dengan jalan sepanjang 2,7 Km,” papar Usman lagi.

Dengan musim penghujan seperti sekarang ini, dia sangat berharap adanya upaya pemerintah maupun para dermawan untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Kami kasian samo anak-anak yang pergi sekolah pak. Kami sebagai orang tuo untuk pergi kerjo-pun kesulitan kalau jalannyo hancur dan berlubang seperti ini,” ungkapnya.

Di Kampung Lebuh itu sendiri terdapat lebih dari 90 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 250 orang. (*)

Komentar