Integritas Ilmu Pengetahuan Dalam Islam

305

SUARA ARTIKEL – Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam. Ajaran Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Mengikuti sejarah hidup Rasulullah SAW, ayat Al Qur’an yang pertama kali turun berbunyi “Iqra ! Bismi Robbikalladzii Kholaq,” berarti “Bacalah’ ! (dengan) menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-Alaq; 1-2), bermakna perintah untuk memahami atau memerhatikan segala peristiwa yang terjadi di alam semesta ini dengan rasa keimanan atas keagungan Allah SWT.

Ilmu dalam bahasa Arab disebut Ilm. Ilm ini memiliki arti luas. Tidak memiliki sekat dikotomis antara ilmu agama dan ilmu non agama. Baik itu kajian sains dan teknologi, sosial budaya, ataupun religi, semua adalah bidang ilmu pengetahuan. Kata Ilm juga termasuk kata yang banyak ditemukan dalam Al-Quran. Bahkan, Allah SWT memiliki salah satu nama dari Asmaul Husna yang erat kaitannya dengan ilmu, yaitu Al-‘Alim, yang artinya Mahatahu.

Di zaman milenial yang ditandai dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi canggih, telah menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi umat Islam saat ini. Tidak bisa dipungkiri peradaban yang lahir saat ini sarat dengan nilai-nilai yang sangat bersifat duniawi.

Materealistik, hedonis, konsumtif, dan sekularistik telah menggerus nilai-nilai agama. Seolah, agama tidak bisa mengiringi perkembangan zaman, dan terancam tidak relevan lagi.

Di dalam Islam antara ilmu dan iman adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya adalah satu kesatuan integral yang mendasari perilaku manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ilmu harus selalu berada dalam kontrol iman.

Ini berarti, produk ilmu dari seorang muslim, baik itu teknologi, sosial maupun budaya harus menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia sepanjang masa. Tidak membawa kesesatan atau keburukan yang bisa menghancurkan peradaban umat manusia. Ilmu pada hakikatnya jelas bersumber pada Allah SWT.

Sebagai muslim, kita meyakini bahwa Sang Pencipta telah menurunkan tanda-tanda kebesaran-Nya melalui ayat-ayat, baik itu ayat-ayat Qauliyah maupun Kauniyah. Ayat-ayat Qauliyah adalah firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW dan tertulis dalam kitab suci Al-Quran, kitab yang menjadi pedoman keimanan umat Islam. Sedangkan, ayat-ayat Kauniyah adalah berbagai ciptaan Allah SWT yang tersebar di alam semesta, seperti manusia, hewan, tumbuhan, langit, bumi, gunung, lautan, bulan, bintang, matahari dan sebagainya. Sehingga, kita digugah untuk berpikir memperhatikan seluruh penjuru alam raya.

Begitu pentingnya ilmu hingga Rasulullah SAW mewajibkan menuntut ilmu bagi setiap muslim dan muslimat dan menjadi jalan untuk mencapai surga. Bahkan Allah SWT berfirman, “…niscaya Allah SWT akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu, dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat,” (QS. Al-Mujadilah; 11).

Atas dorongan mengamalkan perintah agama, maka sudah seharusnya umat Islam selalu bersemangat menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Umat Islam tidak dilahirkan menjadi kaum yang bodoh tapi menjadi kaum yang cerdas dan maju dengan cahaya ilmu pengetahuan. Umat Islam harus menghadapi tantangan nyata untuk bisa berkiprah memberi kontribusi kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi dengan spirit keimanan dan ketaqwaan yang kuat. Menjadi seorang yang berilmu sekaligus memiliki pondasi keimanan yang lurus. Wallahu .a’lam.

Penulis : Ade Sofa, Sag., M.S.I.
Dosen STIA Setih Setio Muara Bungo

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini