CHANGE OR DIE..!!!

427

SUARA ARTIKEL – Begitu banyak perusahaan besar yang bisa gulung tikar, karena tidak bisa merespon pasar dengan melakukan perubahan hal ini terbukti pada perusahaan besar seperti Nokia yang di tahun 2000 an begitu merajai pasar dan masih menjadi no 1 dibidang ponsel dan merajai selama 14 tahun dibidang ponsel diseluruh dunia, karena Nokia beranggapan bahwa android itu seperti semut yang bisa di injak dengan mudah, hal ini sebenarnya Nokia sudah mengetahui dan mampu membuat ponsel dengan teknologi yang sama dengan android, namun kesombongan mereka
telah membuat mereka lupa akan inovasi serta cepatnya perubahan zaman dan akhirnya Perusahaan Nokia ditutup.

Ada banyak perusahaan besar selain Nokia di atas diantaranya Yahoo, Kodak, Si Emen dan lain-lain yang rela gulung tikar karena tidak bisa merespon perubahaan pasar dengan baik dan hal ini tidak hanya terjadi di luar negeri saja, namun terjadi
juga di Indonesia dan belum lama ini kita dikejutkan dengan berita kebangkrutan supermarket Seven Eleven, transportasi yang bersifat konvensional harus bersaing dengan transportasi on-line yang lebih cepat merespon pasar yang berdampak pada semua lini dalam bidang industri yang dikuasai oleh go-jek ataupun Go-grab yang menyediakan transportasi mudah dan murah serta praktis hanya menggunakan aplikasi online melalui Hp smartphone dengan mudah mendapatkan jasa pelayanan transportasi yang aman dan nyaman serta ekonomis tanpa harus repot-repot ke pangkalan atau terminal cukup dari rumah atau kamar bisa memesan transportasi melalui Hp berbasis android. Dan Tidak kalah terpuruknya adalah industri surat kabar cetak yakni Koran yang sudah gulung tikar dan di gantikan dengan media atau Koran On-line yang begitu mudah dapat di akses dengan mudah melalui Ponsel.

Begitu banyak perusahaan di dunia baik didalam maupun diluar negeri yang begitu besar dan jaya di eranya bisa bangkrut dan gulung tikar yang disebabkan tidak bisa merespon dan berinovasi dalam era perubahan saat ini, hal yang terjadi diatas terjadi pula dalam dunia pendidikan, di era revolusi industri 4.0 ini dengan mudahnya tenaga kerja asing dalam hal ini dosen yang berasal dari negeri tetangga dan bahkan bisa mengeser posisi dosen yang ada saat ini dan baru-baru ini pemerintah akan memberikan insentif untuk dosen luar yang akan bekerja di Perguruan Tinggi Di Indonesia dan hal ini pasti ada plus dan minusnya dan tentunya kembali kepada kita bagaimana merespon kehadiran para dosen luar yang akan datang sebagai tenaga pengajar di Indonesia, hal ini seyogyanya bisa direspon dengan baik oleh dosen di Indonesia supaya bisa berkompetitif dengan dosen yang berasal dari luar dengan cara meningkatkan kemampuan dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat serta publikasi ilmiah agar dapat bersaing dengan dosen yang berasal dari luar negeri sehingga ilmu pengetahuan yang dipublikasikan dapat didesiminasikan dengan baik melalui publikasi.

Perguruan Tinggi Baik Swasta maupun Negeri juga harus dapat merespon perubahan yang terjadi dalam bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat serta Publikasi Ilmiah diharapkan selalu meningkat dari tahun ketahunnya dan bila kita tidak berinovasi maupun melakukan perubahan pada Program studi ataupun jurusan yang ada saat ini bisa saja hal tersebut yang terjadi Pada perusahaan besar di dunia maupun di Indonesia yang sudah gulung tikar dapat menimpah kita karena tidak dapat merespon perubahan yang terjadi dalam dunia kependidikan sesuai keinginan pasar sehingga kita bernasib sama dengan perusahaan yang begitu jaya di masanya oleh karena tidak mau berubah akhirnya tutup.

Bila mengutip pernyataan Pro. Dr. Rhenald Kasali” Change Or die” kata– kata ini adalah bahwa setiap bidang usaha tak terkecuali di bidang pendidikan harus selalu berinovasi dan melakukan perubahan pada setiap elemen yang dirasa sudah tidak sesuai dengan keadaan zaman terutama di era Revolusi industri 4.0, agar tidak ketinggalan karena siap tidak siap kita akan selalu berhadapan dengan perubahan sehingga kita harus beradaptasi dengan perubahan itu, jika tidak maka kita akan di gilas oleh perubahan itu sendiri.

Penulis : Dr. Hamirul
Dosen STIA Setih Setio Muara Bungo

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini