Bupati Mashuri Tegur 4 Rio Karena Salah Pakai Kain Adat

Mashuri : Kain di Atas Lutut Itu Tandanya Masih Bujangan

SUARA BUNGO – Pelantikan Rio atau Kepala Desa terpilih di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang diwarnai protes dan teguran keras dari Bupati Bungo H. Mashuri, Kamis (13/9/2018).

Bupati Bungo, H. Mashuri menyinggung kesalahan cara berpakaian adat yang dikenakan oleh empat orang Rio (Kepala Desa) yang akan dilantik, mereka memakai pakaian adat yang tidak sesuai dengan makna adatnya.

Baca Juga :  Temuan Tengkorak Manusia di Limbur Beberapa Hari Yang Lalu, Diduga Warga Rimbo Bujang

Menurut Bupati Bungo, H. Mashuri, sejatinya pakaian adat untuk yang sudah menikah atau berkeluarga sarungnya itu harus di bawah lutut, sedangkan yang masih bujangan itu tandanya di atas lutut sarungnya. Ini malahan sarung yang dipakai oleh ke empat orang Rio tersebut justru di atas lutut semuanya yang artinya menandakan masih bujangan bearti.

“Tadi saya melihat bahwa ke empat Rio ini memakai pakaian adat, khususnya sarung yang tidak sesuai maknanya, padahal keempat rio itu sudah berkeluarga, itu tandanya rio yang tidak tau dengan adat terkait pakaian adat,” cetus Mashuri saat memberikan sambutan.

Baca Juga :  Pj Bupati Merangin Luncurkan Inovasi Desa Kristal, Sekaligus Penandatanganan Fakta Integritas

Sontak teguran Bupati Mashuri menyadarkan para Rio tersebut yang langsung memeriksa pakaiannya masing-masing, Bupati Mashuri pun langsung memberikan penjelasan terkait cara menggunakan pakaian adat yang sebenarnya.

“Kepada Datuk Rio, bahwa yang di atas lutut itu sarungnya menandakan masih bujangan, dan jika di bawah lutut itu baru yang sudah berkeluarga. Jangan sampai salah lagi ya, karena semua yang bersangkutan dengan adat memiliki makna tersendiri, datuk Rio harus tau itu, karena Rio itu sebagai pemangku adat di Dusun yang di pimpin. Untuk itu, Rio harus memahami makna adat seperti dalam tata cara berpakaian dan makna pakaian adat yang benar,” tegas Mashuri. (Adh)