Bupati Al Haris Jenguk Jenazah Korban PETI Di RSUD Kol. Abundjani Bangko

SUARA BANGKO – Tiga orang korban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Baru Kecamatan Batang Masumai yang berhasil dievakuasi dini hari, Senin (23/12/2019).

Bupati Merangin, H. Al Haris langsung menjenguk dan meninjau korban di Kamar Mayat RSUD Kol. Abundjani, pada Senin (23/12).

Bupati bersama Ketua TP-PKK Merangin, Hj. Hesty Haris dan Kapolres Merangin AKBP. M Lutfi yang menyaksikan langsung ketiga jenazah yang sudah melepuh tersebut, ia mengaku sangat prihatin.

Baca Juga :  Diduga Dibekengi Oknum Anggota TNI, Tanah Milik Talis Dibeli Isi Oleh Salim Untuk Aktifitas Puluhan Dongfeng

‘’Mari kita doa-kan semoga ketiga jenazah ini, arwahnya diterima disisi Allah swt dan diampuni segala dosa-dosanya,’’ ujar Bupati disebelah jenazah yang belum terindentifikasi.

Ketiga jenazah yang diduga korban PETI ini jelas Bupati, sedang diindetifikasi oleh Tim Forensik Polres Merangin dan RSUD Kol. Abundjani Bangko. Satu jenazah sudah diambil pihak keluarga untuk diberangkatkan ke Jawa.
Sedangkan dua orang lagi, kalau tidak ada yang mengaku keluarga akan diurus oleh Pemkab Merangin, dan dimakamkan di Pemakaman Umum di Kabupaten Merangin.

Baca Juga :  Dedi Hardani Resmikan Permainan Buwai Keliling di Kampung Gelugur Lorong SD, Dusun Tanjung Agung

‘’Tim Forensik sedang memeriksa sidik jari jenazah. Nanti melalui sidik jari ini akan diketahui almarhum ini tinggal dimana dan penduduk mana. Inilah canggihnya e-KTP sekarang ini,’’ terang Bupati.

Menyinggung apakah jenazah yang akan dipulangkan ke Jawa oleh pihak keluarga mendapatkan bantuan dari Pemkab Merangin? Dijelaskan bupati nanti untuk sarana transportasinya mobil jenazah akan dibantu.

Sekedar mengingatkan ada sebanyak enam orang yang diduga pelaku PETI yang tertimbun longsong di kawasan PETI di Desa Baru, Kecamatan Batang Masumai, pada Sabtu (21/12) lalu.

Baca Juga :  Sarjono, S.Pd : Isi Waktu Dengan Kegiatan Yang Positif

Kenam orang tersebut, Yusuf, Surahman alias Jegek, Wardoyo alias Dosol, Dedi Susanto alias Dedok, Eko dan Danang. Yusuf merupakan korban yang pertama berhasil dievakuasi warga setempat dan sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. Sedangkan dua orang lainnya masih dalam proses pencarian dan evakuasi oleh Tim SAR Terpadu. (ory)