Merasa Dirugikan, Tohirun Bakal Laporkan Kontraktor Proyek Irigasi Sungai Batang Uleh ke Pihak Penegak Hukum

SUARA BUNGO – Dugaan adanya kejanggalan – kejanggalan terhadap pengerjaan proyek Rehabilitasi Irigasi Sungai Batang Uleh terkhusus untuk wilayah Dusun Bukit Kemang, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, semakin menarik untuk ditelusuri.

Salah satu pengawas lapangan yang dipercaya oleh rekanan kontraktor Proyek Irigasi untuk Dusun Bukit Kemang, Tohirun, mengaku kecewa dan merasa sangat dirugikan karena sampai saat ini hak yang seharusnya dia terima (Gaji, red) tidak dibayarkan oleh Rehan selaku Vendor pada proyek tersebut.

Kepada wartawan, dirinya menyebutkan bahwa gaji dirinya sampai saat ini sekitar Rp50 jutaan belum dibayarkan oleh Rehan rekanan kontraktor yang dipercaya oleh PT Wijaya Karya (WIKA).

“Banyak kejanggalan dalam proyek Irigasi Sungai Batang Uleh dan khususnya yang di Dusun Bukit Kemang, gaji saya dan fee yang dijanjikan pak Rehan sampai sekarang belum dibayar,” terang Tohirun.

Baca Juga :  Diduga Dikeroyok Oleh Security PT SKU, Isran Resmi Bikin Laporan Ke Polres Bungo

Selain tunggakan gaji dan fee proyek, dirinya juga mengatakan, bahwa masih banyak tunggakan – tunggakan yang belum juga dilunaskan oleh sub kontraktor yang bernama Rehan dan angkanya mencapai ratusan juta.

“Saya terus ditagih dan dikejar-kejar oleh pemilik toko dan bahan material, karena proyek Irigasi yang dikerjakan oleh PT Wika di Aliran Sungai Batang Uleh masih belum dilunaskan oleh Rehan, sementara proyek sudah selesai dikerjakan beberapa bulan lalu,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah dirinya ataupun pihak lain sudah pernah berkordinasi dan komunikasi langsung dengan pihak PT Wika ataupun kontraktor yang bekerjasama dengan perusahaan BUMN itu, menurutnya sudah pernah dan hanya dijanjikan saja.

Baca Juga :  Bupati Mashuri Beri Sembako Kepada Petugas Kebersihan

“Saya ini pihak yang dirugikan dan keselamatan saya juga terancam karena selalu ditagih dan didesak-desak oleh pihak toko ataupun yang lain yang masih ada sangkut pautnya dengan proyek irigasi itu. Saya akan bongkar dan laporkan secara resmi ke pihak terkait atas kejanggalan yang ada jika masalah ini tidak ada penyelesaian dari Rehan maupun pihak PT Wika,” bebernya pula.

Disisi lain, ketika ditanya apa saja kejanggalan atau indikasi permainan dalam proyek irigasi terkhusus di Bukit Kemang selain masih ada tunggakan yang belum dilunasi oleh kontraktor, menurutnya masih banyak dan hal itu akan dilaporkannya ke pihak penegah hukum dalam waktu dekat ini.

Baca Juga :  Dikabarkan 2 Kilo Emas Hasil PETI Milik Bos Muara Jernih, Berhasil Diamankan Polres Bungo

“Jika tidak ada penyelesaian dari bos Rehan ataupun dari pihak Wika, maka terpaksa saya bikin laporan resmi ke pihak Kejaksaan dan Tipidkor Polres Bungo, karena banyak kejanggalan atau indikasi permainan diantaranya pergantian material yang tidak sesuai dengan RAB seperti Split diganti Sirtu, pengurangan besi dan semen. Semua bukti dan dokumentasinya ada dengan saya,” tegasnya.

Terpisah, Rehan dari pihak Vendor maupun pak Dion dari pihak PT Wika saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp terkait banyaknya kejanggalan di Proyek Irigasi Sungai Batang Uleh hingga berita ini diterbitkan tidak menjawab. (Tim)