Terkait Kondisi Air Baku PERUMDAM Tirta Mayang,Ini Jawaban Dirut PERUMDAM

SUARA KOTA JAMBI – Kondisi air baku Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM)Tirta Mayang yang saat ini sumber air bakunya mengandalkan air sungai Batanghari di musim kemarau agak berdampak pada pelayanan ke masyarakat,khususnya pelanggan PDAM Tirta Mayang.

Hal tersebut di katakan dirut PERUMDAM Tirta Mayang Kota Jambi Arianto ST saat konferensi pers bersama awak media, Selasa (4/8/2026), Di dampingi direktur administrasi dan keuangan Andri Susanto S.Kom dan direktur teknik Eri Suganda S.T.

Di katakan Dirut PERUMDAM Tirta Mayang Arianto S.T. kondisi air Baku PERUMDAM Tirta Mayang saat ini memiliki karakter yang sangat sulit di tebak. Terkadang pasang dan terkadang surut dan terkadang saat kondisi saat ini sama-sama kita ketahui sekarang lagi musim kemarau dan di perparah lagi dengan Godzilla Elnino. Namun yang di prediksi waktu tersebut di bulan April sampai bulan Agustus dan dampaknya baru mulai terasa sekarang.

Baca Juga :  Sekda Kota Jambi Serahkan Secara Simbolis Bantuan Pangan Murah

Kekeringan sungai Batanghari saat ini tinggi air sungai sebenarnya dalam kondisi siaga dan waspada yaitu rata-rata 130 Senti meter. Namun sampai saat ini dalam 2 Minggu ke belakang itu belum besar pengaruhnya ketinggian air sungai yang artinya masih bisa kita layani dan kita sedot untuk di produksi.

Lebih lanjut Arianto menjelaskan kendala saat ini yaitu tingkat kekeruhan yang saat ini sangat tinggi. Karena rata-rata kekeruhan yang kami olah di instalasi kami (PDAM) yaitu 250 -300 maksimum NPO dan hasil olahan tersebut outputnya sekitar 1sampai 2 dan maksimal 3 NPO sesuai dengan Permenkes no.03 tahun 2023.

Baca Juga :  Capaian Indikator Makro APBD Provinsi Jambi Tahun 2018 Meningkat

Saat ini kata Arianto tingkat kekeruhan sungai Batanghari mencapai 1500 NPO artinya 5 kali lipat dari batas olahan kami,dan ini menjadi PR bagi kami bagaimana olahan tersebut dapat mendapatkan hasil sesuai dengan Permenkes 1 sampai 3 NPO tadi.

Kalau kita paksakan itu akan outputnya masih ada kekeruhan atau yang lebih sering kita kenal tidak masak. Air yang kami produksi itu tidak jadi dan oleh karena itu caranya supaya tidak keruh dengan mengurangi debit supaya air tersebut dapat di olah.

Dampak yang akan terasa yaitu pelayanan kami terganggu yang artinya wilayah-wilayah ujung yang pelayanannya 6 sampai 8 jam akan berkurang pengairannya dan itulah yang terjadi saat ini seperti wilayah Mayang ujung,wilayah ujung Jambi Timur dan wilayah ujung Jambi bagian barat.

Baca Juga :  Breaking News,Wawako Diza Lantik 2 Pejabat Pratama Di Lingkup Pemkot Jambi

Terkait antisipasi kekeringan wilayah-wilayah ujung saat ini,kami sudah menerbitkan SK tim kesiap-siagaan dan antisipasi untuk bencana hidrometeorologi kering yang terjadi saat ini bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membahas bagaimana langka ke depannya dalam tugas ini. Dengan adanya tim ini kami akan memberikan pelayanan air minum melalui mobil Tangki secara gratis dan ini diperkirakan dalam satu hari kami bisa mengedrop 18 20 Tangki “ungkap Arianto (SBS)