Zero PETI Dinilai Tak Berlaku di Dusun Bupati Bungo, Belasan Dongfeng Bebas Beroperasi

SUARA BUNGO – Nampaknya razia yang dilakukan oleh Kapolres Bungo, AKBP. Natalena Eko Cahyono beberapa hari lalu terhadap aktifitas Ilegal Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo tidak membuat nyali bos-bos PETI ciut. Malahan bos PETI semakin berani dan bertambah ramai Dongfeng di tempat tersebut tanpa menghiraukan tindakan dari pihak Aparat Penegak Hukum (APH).

Ironisnya, aktifitas PETI yang saat ini sedang marak dan cukup viral diperbincangkan, namun saat ini aktifitas PETI semakin menjamur di dusun Bupati Bungo yakni Sungai Arang dan operasi Zero PETI seakan-akan tak berlaku di Dusun Bupati Bungo dan membuat pelaku PETI tidak merasa gentar dengan wacana Zero PETI tersebut.

Baca Juga :  Bupati Adirozal Buka Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria

Pantauan wartawan dilapangan, terlihat ada belasan mesin Dongfeng yang sedang beroperasi dan 1 unit alat berat berwarna kuning di Dusun Bupati Bungo (Sungai Arang, red).

Padahal lokasi PETI menggunakan mesin Dongfeng di Sungai Arang ini sebelumnya sudah dirazia oleh Kapolres Bungo bersama jajarannya, dan bahkan pelaku PETI juga sudah berjanji akan menghentikan aktifitas mereka asalkan operator dan alat berat merek CAT yang ditangkap oleh Kapolres tersebut dilepas.

Tindakan ini seakan-akan menunjukkan bahwa penertiban ataupun Zero PETI yang digalakkan oleh Kapolres Bungo bersama Pemda Bungo tidak ada artinya bagi Bos PETI yang bermain di dusun Sungai Arang.

Kepada wartawan, masyarakat dusun Sungai Arang yang tidak mau di tuliskan namanya ini mengaku heran dan terkejut melihat keberanian Bos PETI ini.

Baca Juga :  Zero PETI, Warga Minta Kapolres Bungo Tidak Terlalu Fokus Berantas PETI di Sungai Telang Saja

“Padahal baru saja dirazia kemarin, sekarang lah semakin banyak Dongfeng disini. Kayakmano yang sebenarnyo ini, main PETI itu boleh atau memang tidak boleh. Apo kareno ini dusun nyo pak Bupati makonyo mereka berani,” ujar warga Sungai Arang yang merasa penuh kebingungan.

Warga Sungai Arang yang meminta namanya tidak disebutkan ini, dia meminta kepada Kapolres Bungo jika benar-benar ingin menegakkan Zero PETI jangan ada pandang bulu dalam penindakan kegiatan ilegal ini.

Beberapa waktu lalu, pak Kapolres Bungo tidak jadi menangkap alat berat ataupun operator PETI. Warga juga meminta Bupati Bungo untuk tidak berdiam diri dan meminta agar Pemda Bungo bisa benar-benar mendukung program Zero PETI di Kabupaten Bungo.

Baca Juga :  Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram Pimpin Tradisi Penerimaan Bintara Remaja

“Pak Kapolres dan Pak Bupati tolong tegakkan aturan yang sebenar-benarnyo. Di wilayah lain pemain dan alat berat PETI di tangkap, sementara di Sungai Arang ini seperti dibiarkan begitu saja. Tengok itu pak, banyak Dongfeng di Dusun pak Bupati,” tegasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dilapangan, bahwa para pemilik Dongfeng di dusun Sungai Arang ini diduga milik Bos PETI yang masih memiliki hubungan keluarga dengan orang nomor satu di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun, Kabupaten Bungo. (Tim)