Adi SK dan Kawan-Kawan Bantah Ikatan Keluarga Minang Dukung Paslon 01

SUARA TEBO – Beberapa Warga Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Tebo membantah adanya dukungan yang disampaikan oleh Nasrio Wijaya dibeberapa media online ke salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati Tebo pada pilkada 2024.

Masrihadi Putra (Adi SK), Armen Eka Putra, Dodi Efrizal dan yang lainnya merasa keberatan dengan adanya pernyataan dukungan yang disampaikan tersebut.

“Kok bisa ya bisa ngomong IKM All in menangkan Aston, anehnya tidak ada rapat yang diselenggarakan dan mufakat yang diambil,” ucap Armen selaku warga Minang yang ada di Kabupaten Tebo.

Baca Juga :  Tim Kejaksaan Geledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo

Selain itu sambung Armen, jika memang narasi itu adalah Statemen Nasrio Wijaya artinya bukan warga IKM yang All In mendukung salah satu calon, melainkan diri pribadinya sendiri.

Hal senada dikatakan Adi SK, yang sangat menyayangkan bawa-bawa nama IKM ke ranah politik yang ada di Kabupaten Tebo.

“IKM itu luas bro, perkara pro sana dan sini bukan masalah, pertanyaannya, IKM itu banyak ASN, jangan asal ngomong aja,” ujar Adi SK berikan statemen sambil tertawa.

Baca Juga :  Bupati Adirozal Resmi Buka Turnamen Sepakbola "Bupati Cup 2019"

Adi juga menjelaskan, jika IKM ini sudah terbentuk pada masa Pak H. Anas, namun fakum bertahun-tahun, lebih dari 5 tahun tidak ada aktifitas.

Nah karena ingin mendirikan kembali atau meneruskan kembali IKM, rombongan Nasrio Wijaya, Armen, Ustadz Safwandi dan warga IKM lainnya, mengadakan rapat pembentukan tim formature, tidak lebih dari 5 orang, perlu diketahui, formature adalah tim yang dibentuk untuk menggantikan pengurus yang sedang menjabat pada saat masa jabatannya berakhir.

Baca Juga :  Jangcik: Ridho Allah, Merangin Diurutan 10 Pada MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Jambi di Kerinci

Adi yang merasa dirinya juga bagian dari keluarga IKM mengaku, sejauh ini keluarga besar IKM juga tidak akan membawa IKM ke ranah Politik pada Pilkada 2024 ini.

“Dalam obrolan kami bersama warga Minang, kami sepakat tidak membawa IKM keranah politik,” tegas Adi.

“Perlu diketahui, sampai saat ini ketua IKM tidak ada, kami selaku warga IKM masih mencari sosok yang pantas dan layak untuk menjadi Ketua IKM nantinya,” pungkasnya. (Oni)